Breaking News:

Demo Mahasiswa Kaltim Berlanjut

12 Oktober, Demo UU Cipta Kerja di Samarinda Ricuh, Mahasiswa Polnes Dilarikan ke RSUD AW Sjahranie

Dalam aksi lanjutan demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja, di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( DPRD Kaltim )

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HP
Kericuhan aksi massa setelah aparat penegak hukum memaksa massa aksi yang mayoritas mahasiwa ini membubarkan diri lantaran sudah melewati batas jam penyampaian hak di muka umum di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (12/10/2020) malam. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HP 

Wakil Presiden Mahasiswa Polnes, Muhammad Firdaus yang menemani perawatan, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian yang menimpa salah satu rekannya, tidak hanya Riski, bahkan mahasiswa(i) lain juga dilarikan akibat terlalu banyak menghirup gas air mata.

"Kami tidak melihat secara langsung siapa (oknum) yang memukul dan menginjak rekan kami (Riski) tepat dibagian leher. Tidak ada korban luka serius lain dari Polnes hanya beliau saja, yang lain mendapat perawatan karena banyak menghirup gas air mata semalam," Jelas Daus, sapaan akrabnya, Selasa (13/10/2020) pagi.

Ia juga mengungkapkan, bahwa rekannya dibawa oleh medis membawa ambulans sesaat setelah terkapar. Medis membawa sempat Riski ke Klinik Islamic Center yang berada tak jauh dari lokasi kericuhan.

Kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya pihak Klinik menyarankan membawa ke RS Samarinda Medika Citra (SMC), sebelum akhirnya dibawa ke RSUD AW Syahranie

"Rekan saya (Riski) langsung dibawa ke RSUD AW Syahranie, karena di dua tempat menyarankan agar segera mendapat perawatan karena adanya cidera serius (bagian leher)," ungkapnya

Disinggung mengenai kabar yang beredar Daus pun memberikan pernyataan bahwa rekannya dalam kondisi responsif.

Pihak RSUD AW Sjahranie Samarinda yang semalam memeriksa secara intensif keseluruhan kondisi Riski, memastikan cidera parah dibagian leher tidak mengakibatkan insiden fatal.

"Alhamdulillah, rekan saya langsung diberikan perawatan intens oleh pihak Rumah Sakit, sempat di rontgen memastikan keadaan cideranya, tidak patah leher seperti yang dikabarkan, kami bersyukur," ucap Daus.

Riski pun sudah dijemput semalam oleh pihak keluarga, mahasiswa asli Kelurahan Noha Boan, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu ini, sudah berada dirumah dan menjalani rawat jalan akibat cidera yang dialaminya.

Tuntut Cabut UU Cipta Kerja

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved