Produk Perancis Diboikot, Buntut Pernyataan Presiden Emmanuel Macron soal Kartun Nabi Muhammad SAW
Ramai-ramai, produk Perancis diboikot ramai-ramai di sejumlah negara, buntut pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron soal kartun Nabi Muhammad SA
TRIBUNKALTIM.CO - Ramai-ramai, produk Perancis diboikot di sejumlah negara, buntut pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron soal kartun Nabi Muhammad SAW
Di sejumlah negara mayoritas Muslim, seruan untuk memboikot produk-produk Perancis terus bermunculan.
Seruan boikot produl Perancis ini merupakan buntut pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron soal kartu Nabi Muhammad SAW,
Sebelumnya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyatakan bahwa menggambarkan Nabi Muhammad sebagai kartun bukan hal yang salah.
Dilansir CNN, Macron menyatakan demikian pekan lalu sebagai penghormatan kepada guru sekolah menengah yang dibunuh.
Baca juga: Paul Pogba Murka Disebut Keluar dari Timnas Gara-gara Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron
Baca juga: Beda Usia 24 Tahun, Beginilah Drama Romantika Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Istrinya
Baca juga: Presiden Macron Dihujani Kritik karena Habiskan Rp 414 Juta Hanya untuk Rias Wajah
Baca juga: Emmanuel Macron Ungkapkan Perangi Melawan Teroris Jadi Prioritas Kebijakan Luar Negeri Perancis
Presiden Macron mengatakan Prancis tidak akan 'menyerah' dengan kasus kartun Nabi Muhammad dan mengaku akan menindak Islamisme ekstrim di negaranya.
Hal ini memicu demonstrasi dan boikot produk Prancis di sejumlah negara mayoritas Muslim.
"Saya menyerukan kepada orang-orang, jangan mendekati barang-barang Prancis, jangan membelinya," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Senin (26/10/2020) saat berpidato di Ankara.
"Para pemimpin Eropa harus mengatakan 'berhenti' untuk Macron dan kampanye kebenciannya," tambahnya.
Di Kuwait, jaringan supermarket swasta mengatakan bahwa lebih dari 50 gerainya berencana memboikot produk Pracis.
Kampanye boikot ini juga sedang memanas di Yordania.
Di mana sejumlah toko grosir membuat tulisan pernyataan bahwa mereka tidak menjual produk asal Prancis.
Baca juga: LENGKAP ISI Sumpah Pemuda dan Maknanya, Gambar dan Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda Bahasa Inggris
Baca juga: Liga Italia, Paolo Maldini Susun Rencana Megatransfer AC Milan, Fans Inter Bakal Kebakaran Jenggot
Baca juga: BANYAK GAGAL! LOGIN www.kemnaker.go.id, Cek Nama Penerima BLT, Info Kapan BLT BPJS Gelombang 2 Cair
Baca juga: Rizieq Shihab Dikabarkan Pulang Bulan Maulid Nabi, Anak Buah Idham Aziz Siapkan Pengamanan Khusus?
Berbagai toko di Qatar melakukan hal yang sama, salah satunya jaringan supermarket Al Meera yang punya lebih dari 50 cabang di negara tersebut.
Universitas Qatar juga mengatakan bahwa mereka menunda Pekan Budaya Prancis tanpa batas waktu.
Kasus pembunuhan Paty telah menghidupkan kembali ketegangan seputar sekularisme, Islamisme, dan Islamofobia di Prancis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/produk-perancis-diboikot-buntut-pernyataan-presiden-emmanuel-macron-soal-kartun-nabi-muhammad-saw.jpg)