Kamis, 9 April 2026

Disdik Kaltim Belum Susun Anggaran Pendidikan 2021, Ini Alasannya

Dinas Pendidikan Kaltim masih menunggu Badan Anggaran (Banggar) dalam merancang Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Kepala Disdik Kaltim Anwar Sanusi. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Pendidikan Kaltim masih menunggu Badan Anggaran (Banggar) dalam merancang Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2021.

Jika anggaran telah disahkan maka Disdik Kaltim segera merancang anggaran pendidikan untuk tahun depan.

Kepala Disdik Kaltim Anwar Sanusi, Jumat (30/10/2020) mengatakan, saat ini masih menunggu kebijakan badan anggaran (Banggar) dalam mengesahkan anggaran tahun mendatang.

Seandainya sudah ada angka tetap, barulah segera disusun penganggarannya.

Baca Juga: Pengamat Pendidikan Balikpapan Nilai Siswa Lebih Santai Saat Ujian Tengah Semester

Baca Juga: Gelar Workshop Pendidikan Pasca Pandemi di Balikpapan, Hetifah Beri Bocoran Stimulus Pendidikan 2021

Baca Juga: NEWS VIDEO Rahmad-Thohari Beri Program  BPJS Kesehatan dan Pendidikan Gratis

Sesuai aturan UU no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional anggaran minimal untuk sektor pendidikan sekitar 20 persen dari total APBD daerah.

Namun ia berharap jika anggaran di sektor pendidikan ditambah lebih dari 20 persen.

"Saya dengar, provinsi ada sekitar Rp 8 sekian triliun. Kalau begitu misalnya 20 persen, paling tidak ya sama dengan tahun lalu lah. Tapi kami juga memahami sekarang dalam masa kesulitan dan anggarannya juga jatuh," kata Anwar Sanusi.

Anggaran tersebut rencananya dipakai untuk berbagai keperluan pendukung.

Salah satunya digunakan untuk membangun tujuh bangunan SMA sederajat yang belum memiliki gedung sekolah.

Jika anggaran tidak tercukupi, pihaknya mencoba untuk mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke pemerintah pusat.

"Tahun ini juga kita dapat. Berapa nominalnya belum tahu. Kalau tahun kemarin kan sebesar Rp 163 miliar. Jadi kita berusaha juga ke pusat. Terpenting, kita punya jaringan untuk mendapatkan itu," pungkas Anwar.

Sebelumnya Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin, Kamis (29/10/2020) mengatakan anggaran sektor pendidikan minimal 20 persen dari total anggaran yang ada.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved