Bank Indonesia Balikpapan Launching FENTABI, Ini Tujuannya
Dalam rangka memberikan edukasi dan sosialisasi ke berbagai kalangan tentang sistem pembayaran non tunai sekaligus mendorong elektronifikasi transaksi
Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dalam rangka memberikan edukasi dan sosialisasi ke berbagai kalangan tentang sistem pembayaran non tunai sekaligus mendorong elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah, Bank Indonesia Balikpapan me-launching Festival Non Tunai Balikpapan (FENTABI) yang dimulai pada 12 November 2020.
FENTABI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong penggunaan transaksi non tunai terutama di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.
"Sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai fitur-fitur keaamanan pada transaksi non tunai," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, Kamis (12/11/2020).
Baca Juga: Peresmian Kas Titipan Bank Indonesia di Kabupaten Nunukan, Penggunaan Rupiah Meningkat di 2019
Baca Juga: Perkembangan Inflasi, Bank Indonesia Ungkap Kaltara Alami Inflasi 0,54 Persen
Baca Juga: Info Loker PCPM Angkatan 35 di Bank Indonesia Dibuka September 2020, Simak Persyaratan Lengkapnya
Launching dilakukan bersamaan dengan Webinar mengenai Percepatan Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah secara daring.
Acara dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah, perbankan, akademisi, media, hingga masyarakat umum.
Webinar Percepatan Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP), terutama untuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), kemudahan usaha, dan tata kelola pemerintahan.
Dalam webinar menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Andri Hikmat, Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur, Bombit Agus Mulyo, Bapenda Kota Semarang, Mita Dewi Sopa, serta Bankaltimtara, Yenny Israwati, dengan dimoderatori oleh Nitia Anisa.
Pada paparannya, Andri Rahmat menyebutkan pentingnya peranan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) dalam rangka implementasi Elektronifikasi PEMDA.
"Terutama dalam mempercepat digitalisasi transaksi dan memberikan solusi permasalahan yang menjadi kendala ETP," ungkap Andri.
Sementara narasumber lainnya merupakan salah satu dari pemerintah kota yag telah sukses menerapkan ETP, Mita Dewi Sopa, dari BAPENDA Pemerintah Kota Semarang menyebutkan aplikasi Pakde Semar, sebagai solusi untuk memberikan pelayanan yang prima kepada Wajib Pajak Daerah Kota Semarang.
Pakde Semar merupakan Aplikasi Mobile Pajak Daerah di Kota Semarang yang dapat diakses melalui mobile phone sehingga memudahkan wajib pajak dalam memperoleh dan mengakses informasi pajak daearah tanpa harus datang ke kantor.
Lalu Yenny Israwati, dari BPD Bankaltimtara menyebutkan kesiapan teknologi Bankaltimtara untuk mendukung ETP di Kalimantan Timur khususnya Balikpapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/05-kepala-perwakilan-bank-indonesia-balikpapan-bimo-epyanto.jpg)