Breaking News:

Mendikbud Izinkan Pembelajaran Tatap Muka, Disdikbud Balikpapan Sebarkan Kuisioner ke Orangtua Siswa

Pemkot Balikpapan memastikan kegiatan pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan sesuai izin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin. TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan memastikan kegiatan pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan sesuai izin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi bahkan mengumumkan kegiatan pembelajaran tatap muka di Balikpapan dimulai pada 12 Januari 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Muhaimin, membenarkan hal tersebut. "Pembelajaran akan dilaunching pada 12 Januari 2021, mulai semester genap Tahun Ajaran 2020/2021," ujarnya, belum lama ini.

Muhaimin menjelaskan, ada  enam  daftar periksa yang wajib diikuti dan disiapkan oleh pihak sekolah. Sesuai ketentuan Kemendikbud, kegiatan pembelajaran tatap muka juga harus disepakati tiga pihak.

Baca juga: Kadisdikbud Paser Sebut Pembelajaran Tatap Muka 2021 tak Wajib, Murhariyanto: Harus Izin Orangtua

Baca juga: Disdik Tarakan akan Lakukan Jajak Pendapat Soal Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Kutim Digelar Tahun 2021, Disdik Akui Banyak Pihak yang Menginginkan

Baca juga: Ada Gejala Covid-19, Segera Cek ke Puskesmas Terdekat tak Perlu Ragu, Pemerintah Siapkan Karantina

Pemerintah kota melalui Disdikbud, satuan pendidikan yakni kepala sekolah dan komite sekolah dari perwakilan orangtua.

"Jadi dalam minggu ini nanti, kami akan berikan kuisioner atau angket kepada orangtua," jelasnya.

Angket atau kuisioner tersebut akan diberikan untuk memilih apakah  anaknya diizinkan untuk pembelajaran tatap muka atau daring.

"Kalau masih mau  daring tugasnya satuan pendidikan untuk memfasilitasi. Begitu juga sebaliknya," lanjutnya.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi melaunching Blended Learning dalam konferensi PGRI di Hotel Novotel.  TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO
Walikota Balikpapan Rizal Effendi melaunching Blended Learning dalam konferensi PGRI di Hotel Novotel.  TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO (TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO)

Sementara itu, ketiga persyaratan lain terkait protokol kesehatan juga harus disiapkan matang oleh pihak sekolah. Misalnya thermogun, hand sanitizer, dan tempat cuci tangan. 

"Insyaallah sekolah sudah siap. Tinggal mengatur waktu bagaimana membagi dua ada yang daring dan tatap muka," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved