Bukan Keagamaan, Mahfud MD Bongkar Gerakan Mujahidin Indonesia Timur, Aksi Bantai Sekeluarga di Sigi
Bukan Keagamaan, Mahfud MD bongkar gerakan Mujahidin Indonesia Timur, aksi bantai sekeluarga di Sigi
TRIBUNKALTIM.CO - Bukan Keagamaan, Mahfud MD bongkar gerakan Mujahidin Indonesia Timur, aksi bantai sekeluarga di Sigi.
Menkopolhukam Mahfud MD langsung bereaksi meminta Satgas Tinombala memburu kelompok teroris yang membunuh satu keluarga di Sigi.
Meski bernama Mujahidin Indonesia Timur ( MIT), namun Mahfud MD menegaskan kelompok tersebut bukanlah gerakan keagamaan.
Diketahui, satu keluarga di Kabupaten Sigi ditemukan tewas mengenaskan diduga dibunuh oleh kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menkopolhukam Mahfud MD menyebut kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur ( MIT) pimpinan Ali Kalora tak mencerminkan sebuah gerakan keagamaan.
Namun, ia menilai, tindakan itu sebagai sebuah gerakan kejahatan.
Baca juga: Lengkap, Daftar Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Ada Ketua KPK, Jokowi Ajukan Calon Tunggal Lagi?
Baca juga: Peluang 5 Jenderal di Bursa Calon Kapolri Gantikan Idham Azis, Ada Listyo Sigit hingga Boy Rafli
Baca juga: Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar Diganti, IPW Curiga Persaingan Calon Kapolri, Ada Geng Solo
Sebab, diduga aksi mereka telah mengakibatkan satu keluarga di di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, meninggal dunia, pada Jumat (27/11/2020).
"Pemerintah menyesalkan dan mengutuk keras tindakan teror kekerasan dan kekejian yang dilakukan kelompok teroris MIT, dalam hal ini Pak Ali Kalora dari MIT.
Itu bukan gerakan keagamaan, tapi gerakan kejahatan," ujar Mahfud MD dalam konferensi pers yang dikutip dari kanal Youtube Kemenko Polhukam, Senin (30/11/2020).
Setelah pembunuhan itu, kata Mahfud, pemerintah langsung memerintahkan Satuan Tugas atau Satgas Tinombala untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap kelompok MIT.
Pengejaran ini dilakukan supaya para pelaku pembunuhan secepatnya bisa diproses hukum.
Selain itu, pemerintah juga meminta aparat keamanan untuk memperketat wilayah sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memberikan keamanan warga.
"Pemerintah juga memerintahkan kepada aparat keamanan untuk memperkuat dan memperketat penjagaan.
Serta pengamanan terhadap warga dari ancaman terorisme dan pihak-pihak yang ingin mengacau keamanan dan ketertiban di wilayah itu," kata Mahfud MD.
Kasus ini terungkap setelah seorang anggota Polsek Palolo menerima informasi adanya kasus pembunuhan di Dusun Lima Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/daftar-6-tokoh-yang-dianugerahi-gelar-pahlawan-nasional-gatot-nurmantyo-dapat-bintang-mahaputra2.jpg)