Minggu, 7 Juni 2026

Penjaga Sekolah di Samarinda Mengaku Cetak Sendiri Pil Double L, Percobaan Pertama Sempat Hancur

KS mengungkapkan mencoba pertama kali mencetak pil Double L pada bulan Oktober 2020 lalu.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Suasana penggerebekan semalam (28/11/2020) oleh tim Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda, pelaku KS (49) hanya terdiam saat mendapati kepolisian menggrebek tempat produksi pil double L miliknya yang berada di gudang sekolah tempat ia biasa bekerja. TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - KS (49), penjaga sekolah yang mencetak pil double L di gudang sekolah, tertangkap jajaran Unit Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda, Sabtu (28/11/2020) lalu sekira pukul 20.30 Wita.

Saat ini KS pun mendekam di sel tahanan Unit Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) gedung lantai tiga Polresta Samarinda.

Ditemui TribunKaltim.co, Senin (30/11/2020), KS mengungkapkan mencoba pertama kali mencetak pil Double L pada bulan Oktober 2020 lalu.

"Bahan yang dari Jakarta itu dilarutkan dalam sebuah wadah sama dia (PR), termasuk mencampur dengan sirup obat dan mencoba dicetak, awalnya mau, tapi setelah PR tidak lagi menemani saya mencetak, hancur pil yang saya cetak," jelas KS.

Diakui pelaku, alat cetak didapat dari Jakarta yang dikirim oleh jasa ekspedisi yang dipesan PR dan diambilnya sendiri.

Baca juga: Satreskoba Polresta Samarinda Dapati Ribuan Pil Double L Siap Edar, Sita Alat Pencetak & Bahan Baku

Baca juga: Bahan Pil Double L dari Jakarta, Polresta Samarinda Ringkus Pelaku, Modus Campur dengan Obat Maag

Baca juga: Penjaga Sekolah di Samarinda Produksi Pil Double L, Sehari Bisa Cetak Sampai 300 Butir

KS menyebut, alat tersebut bukanlah seperti mesin press yang menggunakan aliran listrik, namun bekerja secara manual.

Pencetak pil ini mampu menghasilkan satu butir setiap KS mencetak dengan cara memutar gagang mesin.

Tetapi, ia dengan segala kemampuannya, mampu menghasilkan 300 butir per harinya.

Sebelumnya, saat bisa produksi hingga mencapai ratusan butir, KS menceritakan pil double L sempat hancur dan tidak padat saat proses pencetakan.

Ia pun, mensiasati dengan mencoba mencari dari tutorial-tutorial yang ada di media sosial.

Dia mencermati dari cara seseorang menggunakan alat tersebut untuk mencetak pil atau obat medis, namun bukan pil terlarang.

Dari situ, ia mendapat bahan campuran untuk memadatkan pil.

"Nah, saya yang disuruh buat dengan alat itu. Saat saya coba pil yang saya cetak hancur, terus saya buka youtube, bagaimana supaya bisa padat. Setelah itu saya beli bahannya, banyak kok dijual di Samarinda," jelas KS.

(TribunKaltim.co/MOHAMMAD FAIROUSSANIY)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved