Mendekati Perayaan Natal dan Tahun Baru, DKP3 Bontang Prediksi Harga Komoditas Makin Melambung
Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang prediksi harga komoditas pasar jelang akhir tahun akan melambung.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian ( DKP3 ) Kota Bontang prediksi harga komoditas pasar jelang akhir tahun akan melambung.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Debora Kristiani menuturkan, hampir setiap jelang momen perayaan hari besar keagamaan selalu mempengaruhi harga jual komoditas di pasar. Hal itu lumrah.
Baca juga: Keberadaan Jembatan Pulau Balang, DPRD Kaltim Yakin Harga Komoditas Bisa Menurun
Baca juga: Masa Pandemi, Harga Komoditas Sayuran dan Ayam Potong di Pasar Tradisional Kutai Barat Meroket
Baca juga: Harga Komoditas Pertanian Lokal di Paser Terjun Bebas, Saat Siaga Darurat Covid-19 Diberlakukan
Menurutnya, di setiap perayaan hari besar keagamaan, kebutuhan pangan masyarakat tentunya pasti meningkat.
“Kebutuhan atas barang itu pastinya akan meningkatkan. Karena penjual melihat peluang itu,” tutur Debora.
Selain itu, kata dia, kelangkaan barang juga mempengaruhi harga komoditas.
Deboran pun membeberkan, sejauh pengamatanya, harga beberapa komoditas pasar sekarang ini sudah mengalami kenaikan.
Seperti lombok dan bawang merah. Semula harga lombok Rp 35 ribu per kilo sekarang mencapai Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu. Ditambah lagi bawang merah, dari Rp 30 ribu ke Rp 45 ribu per kilogram.
"Malah cabe kalau yang bagus harganya mecapai Rp 60 ribu, karena dijual 1 ons Rp 6 ribu kalau eceran. Kalau beli kiloan dijual Rp 50 ribu," sebutnya.
Baca juga: Cegah Inflasi Berulang, Pemprov Kalimantan Timur Ingin Ada Standar Harga Komoditas Pangan
Baca juga: Pemprov Kaltim Ingin Beri Standar Harga Komoditas, Begini Saran Bank Indonesia Soal Subsidi
Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Komoditas Ayam Potong dan Bawang Putih Mulai Naik
Baca juga: Menteri ESDM Sebut Tahun Politik Tidak akan Pengaruhi Harga Komoditas Minerba Indonesia
Debora mewanti-mewanti harga komoditas akan lebih melambung lagi jika semakin mendekati hari perayaan.
“Bisa aja meningkat lagi, kemungkinan juga bisa sedikit turun. tapi biasanya pasti naik,” ungkap Debora.
Namun untuk perkembangannya, akan dimonitoring H-4 menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
"Tanggal 21 Desember nanti, teman-teman akan monitoring ke pasar," katanya.
(TribunKaltim.Co/Ismail Usman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tidak-ada-loe.jpg)