Suplai BBM Terbatas, Warga Krayan Antre Demi Dapatkan 3 Liter per 3 Hari, Akses Jalan Disorot
Kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dari ujung perbatasan, RI-Malaysia tepatnya Kecamatan Krayan, kembali menyita perhatian publik Nunukan. Dar
TRIBUNKALTIM.COM, NUNUKAN- Kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dari ujung perbatasan, RI-Malaysia tepatnya Kecamatan Krayan, kembali menyita perhatian publik Nunukan.
Dari informasi yang dihimpun, kelangkaan BBM terjadi sekira satu bulan terakhir ini.
Kurangnya suplai BBM, membuat warga Krayan dari 5 kecamatan harus melakukan antrean tiga hari sekali.
Itupun mereka hanya memperoleh 3 liter BBM untuk kebutuhan selama 3 hari.
Sementara itu, dari 5 kecamatan di Krayan hanya ada satu APMS di Krayan Induk dan satu SPBU di Krayan Selatan.
Camat Krayan, Haberly mengatakan kelangkaan yang terjadi dalam sebulan terakhir, lantaran pesawat angkut BBM, Air Tractor dari Kota Tarakan menuju Krayan berhenti operasi.
Diketahui, daya angkut BBM pesawat itu sebanyak 4 ton.
Saat ini, angkutan BBM menuju Krayan menggunakan pesawat Smart dengan daya angkut hanya 1,2 ton saja.
"Selama ini suplai BBM dari Tarakan pakai pesawat Air Tractor. Sehari dua kali terbang jadi total 8 ton, itupun dibagi masing-masing 4 ton, untuk suplai di APMS dan SPBU. Tapi lisensi izin terbang pilotnya sedang dalam proses diperpanjang.
Sehingga layanan angkutan BBM hanya menggunakan pesawat Smart, meskipun terbang 3 kali sehari, suplainya hanya 1,2 ton sekali terbang. Jadi 3,6 ton setiap hari, tidak mencukupi kebutuhan warga," kata Haberly kepada TribunKaltara.com melalui telepon seluler, Jumat (18/12/2020) pukul 09.00 Wita.
Haberly mengaku, hal itu sudah beberapa kali terjadi di Krayan, lantaran pesawat Air Tractor berhenti operasi.
Antrean panjang warga Krayan sudah terjadi sekira dua minggu lalu.
Baca juga: Marak Pengetap di SPBU, Tren Modifikasi Tangki Motor Thunder, Bisa Tampung Bensin Hingga 30 Liter
Baca juga: Kerap Terlihat Antre Berulang-ulang, APMS Minta Pemkab Awasi Pengetap BBM
Untuk mengantispasi konflik saat antre BBM, Haberly mengatakan pihaknya dibantu oleh personel Satpol PP.
"Ini sudah beberapa kali terjadi. Beberapa bulan lalu terjadi. Masalahnya yang sama armada Air Tractor tidak terbang. Hari kemarin tidak jual karena tunggu pasokan, hari ini pasti antrean panjang lagi.
Masing-masing warga dari 5 kecamatan kita berikan kartu kendali. Jadi kalau ambil hari ini tidak boleh ambil lagi besok, tunggu tiga hari berikutnya. Jatah satu warga 3 liter BBM, kalau warga saya ada 5.300 jiwa," ucapnya.
Jumlah warga di Krayan untuk 5 kecamatan sekitar 19 ribu jiwa.
Terpisah, menurut Anggota Komisi III DPRD Nunukan, Fraksi Demokrat, Gad Khaleb, satu-satunya cara untuk memecah masalah Krayan saat ini yakni membuka akses jalan.
Pasalnya, 60 persen persoalan Krayan terkait akses jalan.
"Tidak ada pilihan lain, kalau sudah ada akses jalan ke sana, itu sudah mengurai 60 persen persoalan di Krayan, itu solusinya," tutur anggota DPRD Dapil Krayan itu.
Tidak hanya itu, Gad mengatakan, saat ini volume suplai BBM harus ditambah.
Lantaran, 3 liter saja untuk satu orang tidak akan mencukupi kebutuhan warga di sana yang 95 persen mayoritas bekerja sebagai petani.
Bahkan, tidak semua kecamatan di sana dialiri listrik, hanya ada dua kecamatan saja yakni Long Bawan dan Long Layu.
"Mereka butuh untuk transportasi ke sawah, untuk ketinting, menebas rumput, senso, bahkan untuk genset. Di sana masih pakai genset di kampung-kampung," ujarnya.
Baca juga: Fokus Pemerataan Energi, Pertamina Dirikan 14 SPBU Terdepan, Terjauh, Terluar di Kalimantan
Baca juga: Tanggapi Pengetap Bahan Bakar di SPBU, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi Akan Cek Lokasi
Gad menambahkan, 90 persen kebutuhan Krayan masih bergantung dengan Malaysia.
Namun, sampai sekarang Malaysia masih melakukan lockdown, sehingga suplai barang termasuk BBM tidak ada.
"Sebelum covid-19, masalah ini tidak timbul, meskipun BBM dari Tarakan tidak masuk, dari Malaysia bisa masuk. Orang masih beli ke sana, hanya 3 menit saja waktu yang dibutuhkan ke sana, jalan darat lagi.
Begitupun kebutuhan sembako seperti gula, dan sebagainya. Jadi selama pembangunan akses jalan tidak ada, masalah akan terus terjadi," ucap Gad.
Sekadar diketahui, 5 kecamatan di Krayan yakni Krayan Induk, Krayan Barat, Krayan Tengah, Krayan Selatan, Krayan Timur.
(TribunKaltara.com/ Felis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/antrean-bbm-warga-krayan-di-apms-krayan-induk-kabupaten-nunukan.jpg)