Jelang Perayaan Tahun Baru, Satgas Covid-19 Berau Ingatkan Penerapan Protokol Kesehatan

Menjelang momen pergantian tahun biasanya dihiasi dengan sejumah pernak-pernik khas malam Tahun Baru seperti terompet hingga kembang api.

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau,Thamrin mengatakan, bahwa dalam penerapan protokol kesehatan tidak menggunakan masker saja sudah dianggap melanggar.TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Menjelang momen pergantian tahun biasanya dihiasi dengan sejumah pernak-pernik khas malam Tahun Baru seperti terompet hingga kembang api.

Namun keberadaan pernik tersebut bisa menjadi ancaman serius yang bisa membawa malapetaka, terutama masa pandemi seperti sekarang ini yang juga melanda Bumi Batiwakkal sebutan Kabupaten Berau.

Tidak sedikit calon pembeli yang mencoba beberapa terompet sebelum memutuskan membeli yang dia sukai, sehingga hal itu bisa memicu penyebaran bakteri lewat terompet.

Baca juga: Ucapan Natal dan Tahun Baru 2021 Bahasa Indonesia & Inggris Lengkap Gambar, Kirim WA / Update Status

Baca juga: Akomodir Permintaan Jelang Natal dan Tahun Baru, Wings Air Buka Rute Balikpapan-Malinau

Baca juga: LENGKAP Chord dan Lirik Lagu Natal di Hatiku, Ucapan Natal dan Tahun Baru 2021 Indonesia dan Inggris

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau,Thamrin mengatakan, bahwa dalam penerapan protokol kesehatan tidak menggunakan masker saja sudah dianggap melanggar.

"Kalau mau nyoba terompet kan pasti buka masker dan jelas itu pasti melanggar," jelasnya.

"Apalagi mencoba beberapa terompet itu juga sudah pasti rawan penularan penyakit termasuk covid-19 dari orang tanpa gejala atau kemungkinan orang yang terpapar namun tidak menyadarinya," tuturnya.

Tidak itu saja, terompet yang sudah dibeli kemudian diberikan kepada anak yang kemudian dibawa bermain di lingkungannya, bisa saja dipinjam oleh teman-temannya atau sapa saja yang penasaran untuk mencoba.

"Kita tidak pernah tahu siapa dan dari mana karena tidak bisa melihat langsung orang yang terpapar covid-19, makanya lebih baik hindari," tegasnya.

Selain itu Thamrin juga meminta bantuan seluruh masyarakat untuk ikut mensosialisasikan perihal penerapan protokol kesehatan. Termasuk kepada penjual terompet untuk tidak membiarkan calon pembeli mencoba.

"Kalau mau beli ya silahkan beli tapi tidak boleh mencoba," tuturnya.

Bukan untuk menghalangi proses kelancaran penjualan, tetapi imbauan ini disebut Thamrin sebagai upaya mencegah penularan Corona yang masih menjadi pandemi.

Apalagi di Berau kembali pada status zona merah. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menegaskan, bahwa tentu saja penjualan terompet tidak sehat dan tidak aman.

Sebab saat dibuat saja tentu sudah dicoba satu persatu oleh pembuat, kemudian apabila tidak ada ketegasan penjual juga bisa terjadi beberapa orang mencoba lagi beberapa terompet sebelum memutuskan membeli yang mana.

Baca juga: Disperindagkop UMKM Kaltim Jamin Pasokan Bahan Pokok Menjelang Tahun Baru Aman

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindag Jamin Pasokan Sembako di Balikpapan Aman

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Polres Berau tak Akan Keluarkan Izin Keramaian Saat Natal dan Tahun Baru

"Jelas tidak sehat, dari kami jelas itu rawan, tetapi ini adalah domain dari BPBD , artinya kalau ada yang jual tidak boleh dicoba," tegasnya.

Iswahyudi meminta tidak ada perayaan malam pergantian tahun tidak ada kerumunan dan lebih baik berdiam diri dalam rumah. Sebab dari data Dinkes, ada banyak klaster rumah tangga yang terjadi karena tidak disiplinnya penerapan protokol kesehatan.

(TribunKaltim.Co/Ikbal Nurkarim)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved