Breaking News:

Reshuffle Kabinet

Dekat dengan Luhut Panjaitan, 2 Jenderal Tetap Tergusur dari Kabinet, Ngabalin Beri Komentar Menohok

Dekat dengan Luhut Binsar Panjaitan, dua jenderal tetap tergusur dari Kabinet, Ali Mochtar Ngabalin beri komentar menohok

Editor: Christoper Desmawangga
Kolase TribunKaltim.co - Tribun Timur / maritim.go.id
KABINET - Ali Mochtar Ngabalin angkat bicara mengenai dua orang dekat Luhut B Panjaitan tergusur dari kabinet. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dekat dengan Luhut Binsar Panjaitan, dua jenderal tetap tergusur dari Kabinet, Ali Mochtar Ngabalin beri komentar menohok.

Pasca Presiden Joko Widodo ( Jokowi) melakukan reshuffle kebinet dan telah melantik para menteri baru, ramai disorot mengenai dua jenderal yang tergusur dari kebinet.

Bahkan, dua jenderal tersebut tergolong sebagai orang dekat Luhut Binsar Panjaitan yang merupakan sosok dekat dengan Presiden.

Ya, terdapat enam menteri baru yang diperkenalkan.

Mereka adalah Tri Rismaharini (Menteri Sosial), Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), Yakub Cholil Qoumas (Menteri Agama), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan) serta M Lutfi (Menteri Perdagangan).

Melihat situasi tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menjawab soal tersingkirnya Terawan Agus Putranto dari jabatan sebagai Menteri Kesehatan dan Fachrul Razi dari jabatan Menteri Agama.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Angkat Bicara Mengenai Menteri KKP Baru, Tersirat Pesan untuk Sakti Wahyu Trenggono

Baca juga: Dinilai Berisiko, Sakti Wahyu Trenggono Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Terkait Ekspor Benur?

Baca juga: NEWS VIDEO Jokowi Resmi Lantik 6 Menteri Baru dan 5 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju

Baca juga: Abdul Muti tak Hadiri Pelantikan Menteri dan Wamen, Akhirnya Sekum Muhammadiyah Tolak Jabatan Wamen

Sebagaimana diketahui bahwa dua nama tersebut notabene merupakan orang dekat Luhut Binsar Panjaitan, sosok yang dekat dengan Presiden Jokowi.

Menurut Ali Ngabalin tersingkirnya dua nama tersebut murni karena keputusan objektif dari seorang presiden.

"Kalau soal Pak Fazrul Razi dan Pak Terawan saya mau bilang kita akan sepakat bahwa beliau-beliau ini adalah jenderal-jenderal terbaik bagi bangsa dan negara ini," ujar Ali Ngabalin.

"Jangankan jabatan, pangkat, dan waktu, nyawa mereka pernah dipersembahkan untuk bangsa dan negara ini."

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved