Natal di Samarinda

Antisipasi Teror dan Sabotase Saat Misa Natal, Gegana Lakukan Sterilisasi Gereja di Samarinda

Korps Bhayangkara  melakukan antisipasi aksi teror dan sabotase dengan melakukan sterilisasi di delapan Gereja di Kota Samarinda

TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Unit Jibom Subden Gegana III Sat Brimob Detasemen Pelopor Kompi B Polda Kaltim, saat melakukan sterilisasi gereja sore tadi (24/12/2020) di Gereja Katedral, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarind Kota, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Agar aman serta nyaman dalam malam Misa Natal yang rencananya dilangsungkan malam hari ini, jajaran Korps Bhayangkara  melakukan antisipasi aksi teror dan sabotase dengan melakukan sterilisasi di delapan Gereja di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (24/12/2020) sore.

Masyarakat khususnya umat Nasrani yang datang langsung ke Gereja, tentunya harus mendapat keamanan, kenyamanan serta khidmat dalam beribadah.

Dari pantauan di lapangan, Unit Jibom Subden Gegana III Sat Brimob Detasemen Pelopor Kompi B Polda Kaltim, melakukan sterilisasi Gereja yang berada di wilayah Samarinda dalam persiapan perayaan Natal.

Baca juga: 25 Staf Dinyatakan Terpapar Covid-19, KPU Samarinda Benarkan Adanya Kluster Komisi Pemilihan Umum

Baca juga: Ganti Biaya Pacaran 4 Bulan, Wanita di Samarinda Ini Dipaksa Bayar Rp 100 Juta Bila Menolak Dinikahi

Baca juga: Kronologi Perempuan Muda di Samarinda Diancam Ganti Rugi Rp 100 Juta Jika Menolak Dinikahi

Sterilisasi dilakukan Gegana Brimob guna mencegah adanya aksi teror pada saat acara keagamaan berlangsung.

Panit Jibom Subden III Gegana, Aipda Hendra Wahyudi menjelaskan, persiapan perayaan Natal kali ini, fokus untuk sterilisasi dan pengamanan.

Tercatat di seluruh Kota Samarinda, ada 108 Gereja, Namun hanya delapan gereja yang dilakukan sterilisasi.

Lantaran tidak seluruh gereja menjalankan ibadah secara langsung (tatap muka) karena masih di masa pandemi covid-19 atau Virus Corona.

Baca juga: Diduga Kurir Narkoba, Wanita di Samarinda Diamankan, Sempat Buang Barang Bukti Sebelum Ditangkap

Baca juga: Hasil Pilkada Balikpapan Digugat, Muncul Peluang Pemungutan Suara Ulang?

"Pengecekan untuk sterilisasi, apabila nanti ditemukan benda-benda atau barang yang tidak pada tempatnya akan kami periksa. Beberapa saja yang ibadah langsung, banya secara virtual. Jadi kami fokus pada Gereja yang melangsungkan ibadah tatap muka, salah satunya Gereja katedral ini," jelasnya usai sterilisasi, (24/12/2020).

Proses sterilisasi dilakukan sesuai dengan Standart Operasional Prosedure (SOP) sebagaimana yang dilaksanakan pada sebelum-sebelumnya.

Dalam sterilisasi kali ini usai memeriksa, hingga ke sudut-sudut terkecil, tidak ditemukan benda atau barang yang dicurigai. 

Baca juga: Natal dan Tahun Baru di Malinau, Arus Mudik di Bandara Kolonel RA Bessing Turun Dibanding Tahun Lalu

Baca juga: Jelang Misa Natal 2020, 13 Gereja di Balikpapan Disterilkan Aparat Gabungan

Baca juga: GPIB Maranatha Tanjung Selor Siapkan Ibadah Natal 2020 via Live Streaming

"Sekitar 8 gereja yang dilakukan sterilisasi, kami lakukan penyisiran dan pengecekan diseluruh area hingga ruangan.

Hasil sterilisasi sendiri, nantinya akan dilaporkan pada pimpinan serta memberitahu ke panitia Gereja, guna memaksimalkan pengamanan dan kenyamanan agar pelaksanaan misa Natal berlangsung khidmat.

"Hasilnya tidak ada kami temukan bahan peledak, bom, ataupun barang terlarang. Semoga tetap aman dan kondusif," tegas Aipda Hendra Wahyudi.

(TribunKaltim.Co/ Mohammad Fairoussaniy)


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved