Virus Corona di Balikpapan

Waspada! Klaster Keluarga Sumbang Pasien Covid-19 Terbanyak di Balikpapan

Klaster keluarga rupanya menjadi penyumbang terbesar angka covid-19 di Kota Balikpapan selama pandemi.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Klaster keluarga rupanya menjadi penyumbang terbesar angka covid-19 di Kota Balikpapan selama pandemi.

Berdasar data yang dimiliki Satgas Covid-19 Balikpapan, sejak awal pandemi tercatat 387 klaster keluarga.

Selanjutnya disusul klaster perkantoran sebanyak 275, klaster fasiankes sebanyak 34 dan klaster perumahan, menacapai 39.

Baca juga: Gubernur Isran Noor Tegaskan Tolak Warga yang Ingin ke Kaltim Tanpa Miliki Rapid Test Antigen

Baca juga: Jembatan Sebulu Ambruk, Bupati Kukar Edi Damansyah Perintahkan Bangun Jembatan Alternatif

Baca juga: 8 Tersangka Kasus Pilkada Kutim Ditangkap, Motif Menambah Suara Paslon Saat 9 Desember

"Kedua klaster ini jumlahnya tidak banyak dibandingkan dengan dua klaster sebelumnya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty.

Wanita yang kerap disapa Dio itu mengatakan, klaster pengantin juga saat ini tengah menjadi perhatian bagi pihaknya.

Sebab muncul dua klaster dari kasus tersebut. Yakni klaster pengantin Gedung Kesenian dan klaster pengantin Sepinggan.

Dari penjelasannya, Satgas covid-19 Balikpapan menemukan 1 pasien positif dari kontak erat klaster pengantin di Sepinggan.

Sementara di klaster pengantin Sepinggan, pihaknya telah merilis 15 pasien terkonfirmasi positif covid-19 hasil tracing kontak erat.

Baca juga: Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK Positif Covid-19, Isran Noor: Alhamdulilah Sudah Membaik

Baca juga: Masa Pandemi Covid-19, Rentan Memicu Frustasi, Depresi Hingga Berbuat Nekat Bunuh Diri

“Kita perlu menjelaskan, mengapa ada dua perbedaan penularan dari 2 kasus ini. Jangan sampai masyarakat merasa oh ternyata penularannya tidak banyak," terangnya.

Menurut Dio, pada kasus yang pertama, pengantin yang menggelar resepsi tersebut, sudah menjalani isolasi mandiri selama 9 hari.

Diketahui bahwa penularan covid-19 menurut WHO, sampai dengan hari ke 9 atau 10.

"Jadi di acara yang pertama penularan yang kami temukan hanya 1 orang pada keluarga ipar,” katanya.

Sementara untuk kasus yang kedua, pengantin baru terkonfirmasi positif, namun tetap nekat menggelar resepsi.

Dimana dari dua kasus klaster resepesi pernikahan yang baru dirilis, salah satu diantaranya merupakan keluarga dari luar daerah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved