Sabtu, 9 Mei 2026

Aktivitas UMKM Pro Sehat Malinau Ditutup, Pengunjung Usul Manfaatkan Pesanan Via Medsos

Setelah dinyatakan tutup sementara, Pro Sehat Malinau terpantau sepi aktivitas para pelaku UMKM.

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI
Aktivitas di sekitar Pro sehat Malinau setelah sepekan lebih pelaku UMKM di Malinau memutuskan untuk menunda sementara aktivitasnya di Pro sehat Malinau, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (27/12/2020).TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU- Setelah dinyatakan tutup sementara, Pro Sehat Malinau terpantau sepi aktivitas para pelaku UMKM.

Jajanan kuliner Pro Sehat Malinau merupakan program rutin akhir pekan.

Tiap sabtu dan minggu sore, pelaku UMKM menjajakan aneka dagangan di sekitar wilayah Pro Sehat Malinau.

Baca juga: Masuk Kalimantan Timur Harus Tunjukkan Tes Antigen atau PCR, Bagaimana jika ke Balikpapan?

Baca juga: Kasus Corona Masih Melonjak Tinggi, Satgas Covid-19 Balikpapan Beber Penyebab Tren Kasus Meningkat

Baca juga: Murah, Alasan Penumpang Lakukan Rapid Test Antigen Covid-19 di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan covid-19 di Malinau, aktivitas UMKM ditutup sementara, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

Seorang pengunjung Pro Sehat Malinau, Bertha mengatakan penutupan sementara aktivitas UMKM di wilayah tersebut merupakan hal yang tepat.

Menurutnya, jika terus menerus dibuka, jajanan kuliner dapat berakibat meningkatnya kasus transmisi lokal di Malinau.

Baca juga: Lirik Potensi Homestay di Malinau, TPP P3MD Kaltara Saran BUMDesma Dibentuk

Baca juga: Nihil Kasus Positif Covid-19 di Malinau, Bupati Yansen Tipa Padan Imbau Warga Tetap Patuhi Prokes

Baca juga: Libur Desember 2020, Dibanding Bandara dan Pelabuhan, Arus Mudik di Terminal Malinau Relatif Rendah

"Memang disayangkan harus tutup, tapi itu untuk kebaikan bersama. Karena kita dilarang bikin keramaian, takutnya nanti kasus covid makin bertambah," ujarnya kepada TribunKaltim.Co, Minggu (27/12/2020).

Bertha mengatakan, pelaku UMKM bisa memanfaatkan media sosial untuk tetap produktif menjajakan dagangannya.

Fasilitas di marketplace virtual maupun sosial media menurut Bertha cukup diminati untuk tujuan promosi dan transaksi di Malinau.

"Menurut saya, bisa kita manfaatkan media sosial, Facebook contohnya. Itu kan sekarang banyak orang jualan di situ. Saya juga sering pesan barang di situ," katanya.

Baca juga: Tangani Dua Ribu Kilometer Jalan, BPJN Kaltim Beber Alasan Penanganan Terkesan Lamban

Baca juga: Lambang Partai Berubah, Parpol Siapkan 8 Kader Terbaik Jadi Ketua DPD PKS Balikpapan Lewat Musda

Hal yang sama disampaikan Koordinator Pelaku UMKM Malinau, Sulowati Hadi.

Selama aktivitas pelaku UMKM ditutup, pihaknya mengandalkan transaksi melalui sosial media atau pesanan secara daring.

"Sekalipun ditutup sementara, kami melayani transaksi via medsos atau pesanan secara online. Supaya penghasilan juga bisa jalan," ungkapnya.

Mengenai kapan pelaku UMKM dapat beroperasi kembali, Sulowati Hadi mengatakan pihaknya akan memantau perkembangan kasus covid-19 di Malinau.

Penutupan sementara selama 2 pekan tersebut bisa saja diperpanjang jika kasus covid-19 di Malinau masih meningkat.

"Kita belum tau juga, apakah setelah 14 hari itu kasus covid di Malinau menurun. Kalau masih tinggi, kemungkinan besar akan diperpanjang," katanya.

(TribunKaltim.Co / Mohammad Supri )

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved