Breaking News:

Corona di Balikpapan

Masuk Kalimantan Timur Harus Tunjukkan Tes Antigen atau PCR, Bagaimana jika ke Balikpapan?

Wali Kota Balikpapan masih mempertimbangkan penggunaan antigen atau PCR sebagai syarat masuk ke wilayah Kota Balikpapan.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.  TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengeluarkan kebijakan terkait penggunaan rapid antigen atau PCR.

Namun, Pemerintah Kota Balikpapan hingga saat ini masih menerapkan penggunaan rapid test sebagai syarat warga pendatang.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan.

Ia berujar pihaknya saat ini masih mempertimbangkan penggunaan antigen atau PCR sebagai syarat masuk ke wilayah Kota Balikpapan.

"Kita cukup kaget dengan syarat kesehatan harus antigen. Tapi ini baik juga dikeluarkan. Saya rasa strategi yang baik," kata Rizal Effendi.

Baca juga: Libur Natal & Tahun Baru, Mal di Balikpapan Lakukan Pembatasan Pengunjung, Utamakan Prokes Covid-19

Baca juga: Imigrasi Balikpapan Deportasi 10 WNA Tiongkok, Overstay Selama Pandemi Covid-19

Baca juga: Razia Protokol Kesehatan di Balikpapan, Satgas Covid-19 Terima Rp 160 Juta dari Sanksi Denda

Wali Kota Balikpapan dua periode itu masih menunggu surat resmi dari Pemerintah Provinsi yang menegaskan kebijakan ersebut.

Mengingat sebagai dasar untuk menerbitkan kebijakan pemeriksaan rapid antigen dan swab bagi pendatang.

"Jadi warga kita yang pulang berlibur juga perlu dirapid antigen untuk mencegah bawa oleh-oleh berupa virus dari luar," ujarnya.

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur terkait libur Natal dan tahun baru 2021 pada tanggal 23 Desember 2020.

Pemerintah Provinsi meminta agar masyarakat yang melakukan perjalanan dalam negeri yang akan memasuki wilayah Kalimantan Timur.

Wajib menunjukkan surat keterangan hasil non reaktif uji Rapid Test Antigen dan negatif uji berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Surat keterangan hasil non reaktif uji rapid test antigen dan hasil negatif uji swab berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan.

Menanggapi kebijakan tersebut, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Pemerintah Provinsi.

“Kita lihat dulu perkembangannya, kita tunggu surat resminya,” pungkasnya.

(TribunKaltim.co/ Miftah Aulia)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved