Penanganan Covid

Menristek Harap Satgas Covid-19 Pakai GeNose dan CePAD untuk Deteksi Virus Corona

Satgas Penanganan Covid-19 mau menggunakan hasil penemuan anak bangsa untuk mendeteksi virus corona.

Editor: Samir Paturusi
Dok. BNPB
Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro berharap Satgas Penanganan Covid-19 mau menggunakan hasil penemuan anak bangsa untuk mendeteksi virus corona. 

TRIBUNKALTIM.CO-Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro berharap Satgas Penanganan Covid-19 mau menggunakan hasil penemuan anak bangsa untuk mendeteksi Virus Corona.

Bambang mendorong pemakaian alat deteksi cepat atau Rapid Test inovasi dalam negeri, yakni GeNose dan CePAD.

"Untuk Ketua Satgas Covid-19, Pak Doni Monardo, harapan saya agar alat-alat ini bisa dipakai dalam upaya menjalankan proses 4T (tracing, tracking, testing, treatment)," ujar Bambang dalam konferensi pers virtual, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Angka Covid di Balikpapan Terus Melonjak, Kasus Baru Capai 53 Orang, Ruang Isolasi RS Nyaris Penuh

Baca juga: KABAR BAIK, Kasus Sembuh Pasien Covid-19 Capai 89 Orang di Samarinda pada 28 Desember 2020

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat di Malinau, Penyumbang Terbesar dari Pelaku Perjalanan dan Klaster Keluarga

Dirinya berharap penanganan Covid-19 di Indonesia tidak lagi mengandalkan barang impor.

Kehadiran GeNose dan CePAD, menurut Bambang, telah melengkapi kebutuhan alat Rapid Test Covid-19 di dalam negeri.

Sehingga, menurutnya, alat impor sudah tidak dibutuhkan lagi.

"Jadi pada dasarnya sudah lengkap alat screening yang bisa dibuat oleh anak bangsa sendiri. Saya kira kita sepakat untuk alat screening, kita tidak perlu lagi impor," ucap Bambang.

Dirinya berharap pengendalian Covid-19 di Indonesia semakin membaik dengan pemakaian kedua alat tersebut.

Mantan Kepala Bappenas ini juga berharap dukungan dari Kementerian Kesehatan untuk pengembangan inovasi anak bangsa yang terkait dengan penanganan Covid-19.

"Mudah-mudahan dengan penggunaan alat ini, pengendalian kita untuk Covid-19, bisa jauh lebih baik. Kami juga terus meminta dukungan, kerja sama, support dari Kemenkes agar upaya inovasi anak bangsa ini terus difasilitasi," kata Bambang.

Menurut Bambang, pemakaian GeNose dan CePAD dapat dipakai di instansi pemerintah pusat maupun daerah, perusahaan swasta, dan BUMN.

Bahkan perguruan tinggi dan fasilitas publik pun bisa menggunakan alat tersebut.

Baca juga: Satu Pasien Positif Covid-19 Asal Waru Penajam Paser Utara Meninggal Dunia, Tetap Jaga Protokol 3M

Baca juga: Pemkot Bontang Buka Layanan Donor Plasma Konvalesen Penyintas Covid-19, Berjalan di Bulan Depan

Baca juga: Ruang Isolasi RSUD dan RSD Terisi Penuh, Eks Hotel Cantika Berau jadi Tempat Pasien Covid-19

"Saya memohon kepada pimpinan lembaga, kementerian, Pemda. Demikian juga perusahaan BUMN dan swasta untuk mulai mempertimbangakan dan segera menggunakan alat screening ini di tempatnya masing-masing demi keamanan seluruh warganya," ucap Bambang.

Seperti diketahui, GeNose merupakan perangkat yang mampu mendeteksi Covid-19 menggunakan hembusan nafas.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved