Meski Pandemi Covid-19, Produksi Ikan di Kutai Kartanegara Tetap Meningkat

Dinas Kelautan dan Perikanan Kutai Kartanegara (Kukar) optimistis produksi ikan tetap meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meski pandemi Virus Cor

Penulis: Sapri Maulana | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Ilustrasi Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kukar merupakan salah satu daerah penghasil ikan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG- Dinas Kelautan dan Perikanan Kutai Kartanegara (Kukar) optimistis produksi ikan tetap meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meski pandemi Virus Corona ( covid-19 ) melanda.

"Untuk produksi di tahun 2020 kita akan rilis. Tapi insya Allah ada peningkatan walaupun tidak begitu besar," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Muslik saat diwawancarai awak media, belum lama ini.

Sementara itu, data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar tahun 2019 produksi perikanan di Kukar mencapai kurang lebih 112.546,58 ton meningkat 8.609, 6 ton dari tahun 2018 sebanyak 103.937, 6 ton.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Balikpapan Melonjak, Walikota Rizal Effendi Minta Pelaku Usaha Kurangi Kegiatan

Baca juga: Tahun Depan, Hotel dan Restoran di Balikpapan jadi Primadona, Ibu Kota Negara Turut Beri Andil

Baca juga: Kasus Corona Melonjak, Ruang ICU Covid di Semua RS Balikpapan Penuh, Rencana Siapkan Tenda Darurat

Untuk saat ini, kata Muslik, pihaknya mendorong peningkatan produksi perikanan di bidang budidaya, baik dari tambak, keramba dan kolam maupun mina padi.

Muslik mengatakan, pihaknya intens untuk budidaya ikan yang bernilai ekonomi yang produktivitasnya tinggi, seperti ikan lele, kepiting, rumput laut, di samping produksi utama, yaitu ikan nila dan ikan mas.

"Kami juga sedang mengembangkan produksi rumput laut, sentralnya nanti di Muara Badak dan Samboja," ucapnya.

Dia menambahkan untuk perikanan tangkap, kondisi saat ini sangat berat didorong meskipun ada peningkatan, jumlahnya kecil sekali.

Data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kukar menunjukkan bahwa perikanan tangkap laut hanya menyumbang produksi sebesar 666 ton.

Sebenarnya untuk perikanan tangkap, menurutnya, potensi besar untuk kondisi geografis Kukar, akan tetapi wilayah tangkap nelayan masih skala kecil di kisaran 5-10 GT.

Baca juga: Sharing Pembudidayaan Perikanan Yayasan Dharma Bhakti Astra dengan Pama Banua Etam Sangatta

Baca juga: Kalimantan Utara Bermimpi Bisa Ekspor Tanpa Melalui Wilayah Lain, Karantina Ikan Tarakan Mendukung

Baca juga: Pemprov Kucurkan Rp 19,5 Miliar untuk Pengembangan Sektor Perikanan-Kelautan Kaltara

Selain itu, menurutnya, untuk fasilitas sarana dan prasarana di laut masih menjadi kewenangan provinsi.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong nelayan agar dapat difasilitasi, terutama nelayan bisa sampai 30 GT jadi lebih keluar lagi, bahkan sampai zona ekonomi eksklusif, yaitu 12 mil.

"Kewenangan provinsi sebenarnya 12 mil tapi tergantung dengan armada tangkap itu, harapannya agar dapat meningkatkan produksi di bidang perikanan tangkap," ucapnya.

Dia menambahkan untuk perikanan tangkap di perairan umum atau perairan darat, pihaknya coba mengendalikan karena terbatas dan alat tangkap banyak tidak ramah lingkungan.

Terkait infrastruktur nelayan di Kukar, pihaknya terus mendorong di antaranya adalah kapal, alat tangkap, pembangunan jeti dan tempat pelelangan ikan. 

(TribunKaltim.co/Sapri Maulana)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved