Selasa, 5 Mei 2026

Pria Bunuh Diri di Mall

Polisi Pastikan Pria Tewas di Big Mall Samarinda Akibat Bunuh Diri, Lompat di Ketinggian 14 Meter

Jajaran Kepolisian Resor Kota Samarinda memastikan bahwa Handi Guntur (27) yang ditemukan terkapar di area P2 keluar parkir Big Mall, diduga jatuh dar

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
kematian Handi Guntur (27) perlahan terungkap dan dibeberkan pihak kepolisian, pemuda ini melakukan aksi nekat (bunuh diri), aksinya setelah jajaran kepolisian menjelaskan hasil penyelidikan dan pemeriksaan 4 kamera CCTV yang berada di area P5 parkir mall. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Jajaran Kepolisian Resor Kota Samarinda memastikan bahwa Handi Guntur (27) yang ditemukan terkapar di area P2 keluar parkir Big Mall, diduga jatuh dari ketinggian 14 meter. 

Polsek Sungai Kunjang dan Unit Reskrim Polresta Samarinda memastikan pemuda berusia 27 tahun ini terjatuh dari area parkir P5 murni melompat (bunuh diri).

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Dovie Eudey saat dikonfirmasi pada Senin (4/1/2021) hari ini membeberkan perihal kematian pemuda ini.

Hasil penyelidikan serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan termasuk pengecekan kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV).

Baca juga: Mulai Besok! Pemohon Baru dan Perpanjangan SIM Wajib Lampirkan Surat Lulus Uji Psikologi

Baca juga: Terkapar di Parkiran Big Mall Samarinda, Seorang Pria Tewas, Diduga Jatuh dari Ketinggian

Baca juga: Kecelakaan Maut di Balikpapan, Tabrakan Beruntun, Satu Tewas Diduga Sopir Mobil Pick Up Mengantuk

Handi Guntur melakukan aksinya melompat tak jauh dari mobilnya yang terparkir di area parkir P5.

"Kalau hasil dari penyelidikan di TKP, korban diduga memang lompat seorang diri. Karena dilihat dari CCTV, di Parkiran P5 itu benar-benar tidak ada orang lain. Dari rekaman CCTV harusnya kelihatan, karena CCTV ada yang mengarah ke TKP dia melompat.

Tapi berhubung Bigmall sudah closing (tutup), jadi lampu dimatikan, di rekaman gambarnya buram hanya bayangannya saja. Dan bayangan itu hanya sendiri juga, orang di situ dan melompat," bebernya dikonfirmasi melalui sambungan telpon seluler.

Dugaan yang mengarah pada aksi nekat (bunuh diri) diperkuat dari barang-barang berharga yang berada di mobil Handi Guntur.

Mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi KT 1807 NK berwarna silver terparkir 35 meter dari jarak korban melompat sesuai titik yang dilakukan pengukuran olah TKP Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda Minggu (3/1/2021) kemarin.

"Jadi yang memperkuat bahwa diduga korban bunuh diri, yang pertama, semua barang yang dia pakai, sebelum melompat dia taruh dulu di dalam mobil. Barang-barangnya seperti ponsel, dompet, jam tangan, sandal pun didalam mobil. Jadi, dia memang mau lompat. Itu yang memperkuat pertama," ujar Ipda Dovi Eudey.

Dugaan kuat tersebut selain terpantau oleh kamera pengintai di area P5, juga adanya pesan singkat terakhir korban kepada pihak keluarga, jika memang ada permasalah keluarga.

Disinggung pemanggilan pihak keluarga Handi Guntur, Ipda Dovi Eudey mengatakan akan diminta keterangan.

"Memang benar, sepintas kita lihat dari HP korban itu, sepertinya ada permasalahan keluarga. Ada ucapan selamat tinggal. Nah itu masih kami dalami lagi (permasalahan keluarga).

Pihak keluarga belum bisa dipanggil untuk dimintai keterangannya, karena masih berduka. Rencananya hari ini tetap dipanggil, dimintai keterangan. Yang menangani kasus ini Polsek Sungai Kunjang," ujar Ipda Dovi Eudey.

Selebihnya Ipda Dovi Eudey akan melakukan koordinasi dengan jajaran Polsek Sungai Kunjang untuk penanganan kejadian yang membuat geger pihak keluarga serta warga Kota Tepian ini.

"Tadi sudah koordinasi, kata Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang kemarin belum bisa dimintai keterangan, karena masih berduka. Makanya hari ini rencananya baru mau dipanggil," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (1/1/2021) sekitar pukul 23.30 WITA seorang pemuda 27 tahun ditemukan terjatuh dari P5 ke P2 (akses keluar jalur mobil) di salah satu mall terbesar di Kota Tepian.

Semua kemungkinan akan didalami jajaran kepolisian termasuk membeberkan dugaan aksi nekat Handi Guntur malam itu.

"Yang memperkuat kedua, yaitu tadi, dari isi chat di ponselnya yang kita baca sepintas itu ada ucapan selamat tinggal dan terus ada kata sudah menyerah, tidak kuat lagi katanya. Korban informasinya lajang," tutur Ipda Dovi Eudey.

Untuk korban sendiri yang sudah dijemput pihak keluarga dari RSUD AW Sjahranie, informasi yang diterima pihak kepolisian bahwa sesuai adat istiadat keluarga akan dilangsungkan upacara pemakaman terhadap almarhum.

"Hari ini belum dikebumikan masih, karena masih diformalin pihak keluarganya. Karena biasanya tiga hari kemudian baru dikebumikan," ungkap Ipda Dovi Eudey.

Ipda Dovi Eudey menambahkan, saat korban masuk ke dalam area mall, terlihat mondar-mandir, lantaran pada akhir pekan mall tutup pada pukul 23.00 Wita, Handi Guntur masih diberi akses masuk, pada pukul 22.38 Wita dan langsung menuju ke area parkir P5.

Hingga satu jam kemudian ditemukan terkapar posisi telungkup di area parkir keluar P2 mall.

Handi Guntur juga diketahui hanya berada di area parkir dan tidak masuk ke dalam mall.

"Kalau hari biasa itu memang jam 10 malam tutup, tetapi karena malam minggu ramai, jadi jam 11 malam, lampu-lampu area parkir sudah dipadamkan, dia bisa masuk karena juga untuk yang antar jemput karyawan," imbuhnya.

Selain itu tambah Dovie, setelah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga korban.

Jenazah pemuda, ini tidak berkenan dilakukan autopsi, permintaan langsung keluarga.

"Dari pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi. Kalau untuk pesan terakhirnya itu, kami belum tahu dengan siapa, masih didalami, jadi saat itu kami mau minta keterangan keluarga, tetapi karena masih berduka kami belum bisa, terkait permasalahannya," ucap Ipda Dovi Eudey.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia berikut ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

(TribunKaltim.co/Mohammad Fairoussaniy)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved