Berita Nasional Terkini

Anak Buahnya Ketahuan Komnas HAM Hapus CCTV Penembakan Laskar FPI, Jenderal Idham Azis Dalam Masalah

Anak buah Idham Azis ketahuan Komnas HAM hapus CCTV penembakan Laskar FPI, ini kronologi lengkapnya

Kolase TribunKaltim.co
Jenderal Idham Azis dalam masalah, anak buahnya ketahuan hapus CCTV di lokasi kejadian penembakan Laskar FPI. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabar kurang enak menimpa Jenderal Idham Azis dipenghujung purna tugasnya sebagai personel Kepolisian.

Kasus tewasnya enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak anggota Kepolisian menemui titik akhir.

Dari hasil investigasi Komnas HAM, diketahui ada pelanggaran HAM yang dilakukan oleh anggota Polri pada peristiwa berdarah tersebut.

Yang lebih mengejutkan lagi, dari hasil investigas itu juga diketahui anak buah Idham Azis ketahuan sempat menghapus rekaman CCTV di rest area KM 50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Tidak hanya itu saja, polisi juga meminta warga yang berada disekitar lokasi kejadian untuk menghapus rekaman di ponsel milik warga.

Hal tersebut dibeber Komisioner Komnas HAM, M Choirul Anam.

Baca juga: Temuan Komnas HAM di KM 50: Kekerasan, Pembersihan Darah, hingga Kamera CCTV Diambil, Respon Kapolri

Baca juga: FAKTA Temuan Komnas HAM: Usai Bentrok Dengan Anggota FPI, Polisi Ambil CCTV Tol, Hapus Rekaman Saksi

Baca juga: Pengakuan Polisi ke Komnas HAM, Ini Sebenarnya Terjadi pada CCTV Tol Km 50 Saat Bentrok dengan FPI

Komnas HAM telah melakukan investigasi dimulai pada 7 Desember 2020 hingga 31 Desember 2020.

Selang kejadian itu, Komnas HAM langsung bergerak melakukan pemeriksaan saksi-saksi di lapangan maupun lokasi kejadian.

Dari hasil investigas, warga sekitar yang menjadi saksi kejadian tersebut menjelaskan bahwa pihak polisi terlihat mengeluarkan dua anggota FPI yang tewas dari dalam sebuah mobil.

Anggota FPI itu kata Choirul diduga tewas karena baku tembak dengan polisi saat berada di dalam mobil.

"Satu duduk di mobil dengan keadaan sudah tewas dan satu diturunkan ke jalan dengan satu luka tembak. Selain itu terlihat darah di jalan di depan salah satu warung depan rest area KM 50," terang Choirul dalam rilisnya di Kantor Komnas HAM Jumat (8/1/2021).

Sementara empat anggota FPI lain yang masih hidup diminta berjalan jongkok dan tiarap oleh aparat kepolisian.

Baca juga: Temuan Investigasi Komnas HAM, Duga Pelanggaran HAM Atas Tewasnya 4 Anggota Laskar FPI,Ini Alasannya

Baca juga: LENGKAP, Rekomendasi Komnas HAM atas Pelanggaran HAM dalam Tewasnya 4 Laskar FPI oleh Oknum Polisi

Para anggota FPI itu juga diminta masuk ke dalam sebuah mobil lewat pintu samping dan belakang.

Saksi juga mendengar perintah petugas polisi yang meminta warga menghapus rekaman dan memeriksa handphone warga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved