Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Bukan Pelanggaran HAM Berat, Komnas HAM Tak Temukan Indikator Kuat Pada Tewasnya 6 Laskar Khusus FPI

Bukan pelanggaran HAM berat, Komnas HAM tak temukan indikator kuat pada tewasnya 6 laskar khusus FPI

(KOMPAS.com/Ihsanuddin)/kolase Tribun Kaltim
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dan peristiwa rekonstruksi tewasnya laskar khusus FPI 

TRIBUNKALTIM.CO - Komnas HAM sudah merilis hasil investigasi tewasnya 6 laskar khusus FPI.

Hasilnya, Komnas HAM menyimpulkan aksi polisi menewaskan 4 pengawal Habib Rizieq Shihab merupakan pelanggaran HAM.

Meski demikian, Komnas HAM meluruskan yang terjadi bukan kategori pelanggaran HAM berat.

Ada indikator pelanggaran HAM berat yang tak ditemui Komnas HAM dikasus yang menewaskan laskar Front Pembela Islam tersebut.

Sebelumnya, kematian 6 pengawal Imam Besar FPI ini disampaikan Polda Metro Jaya.

Komnas HAM lantas turun langsung menyelidiki adanya dugaan pelanggaran HAM dalam kasus tersebut.

Baca juga: Bursa Transfer Liga Italia, Ada Gelandang Baru AC Milan Saat Lawan Cagliari, Torino Beri Lampu Hijau

Baca juga: Tepis Keraguan di Mata Najwa, dr Abdul Muthalib Pastikan Jokowi Teriak Kesakitan Jika Bukan Vaksin

Baca juga: Jadi Calon Kapolri, Pengamat Bocorkan Listyo Sigit Hadapi Tantangan Internal, Banyak Jenderal Senior

Baca juga: Kabar Gembira, Pencairan BLT BPJS Diperpanjang Januari 2021, Jadwal Subsidi Gaji Termin III Terkuak?

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan pihaknya tidak menemukan indikasi pelanggaran HAM berat.

Hal itu terkait tewasnya enam anggota FPI dalam insiden adu tembak dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, 7 Desember 2020.

Hal itu dikatakan Taufan dalam konferensi pers virtual di Kantor Kemenkopolhukam, usai menyerahkan hasil investigasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (14/1/2021).

"Lebih lanjut kami juga menyampaikan bahwa sebagaimana sinyalemen di luar banyak beredar bahwa ini dikatakan atau diasumsikan sebagai pelanggaran HAM yang berat."

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved