Suntik Vaksin Sinovac di Samarinda
Dinas Kesehatan Samarinda Sebut Pasca Vaksinasi Covid-19 Berlangsung Aman
Dinas Kesehatan Samarinda, menyampaikan hasil monitoring, pasca dilakukan proses Vaksinsi covid-19, di rumah Jabatan Walikota Samarinda
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Dinas Kesehatan Samarinda, menyampaikan hasil monitoring, pasca dilakukan proses Vaksinsi covid-19, di rumah Jabatan Walikota Samarinda, Kamis (14/1/2021).
Perihal hasil monitoring diwakili oleh dr Osa Rafshodia Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda, ia menyebutkan bahwa semuanya aman.
"Semua yang melakukan vakasinasi pada hari ini tidak ada keluhan apapun termasuk demam, batuk, pilek, nyeri, semuanya aman," ungkapnya saat diwawancarai awak media.
Baca juga: Kronologi Pengeroyokan di Kukar, Bermula dari Berkunjung ke Rumah Wanita, Polisi Masih Buru Pelaku
Baca juga: Rembuk Dengan Timses Andi Harun, Sekda Samarinda Sebut Dana Rp 100 Juta per RT Diakomodir di APBD-P
Baca juga: JADWAL 15 Januari 2021 Jalankan PPKM di Balikpapan, Walikota Rizal Effendi: Saya Minta Menahan Diri
Baca juga: Cerita Tenaga Surveilans Covid-19 di Balikpapan, Diancam Ditembak Hingga Dianggap Penipu
Dibeberkannya, dari 20 nama yang tercatat sebagai calon penerima vaksin, dibeberkan oleh dr. Osa sapaannya tidak semuanya tersebut lolos screening, karena ada tekanan darah, sehingga tidak bisa divaksin.
"Sebenarnya yang hari ini divaksin tidaklah genap 20 orang hanya 17 orang," bebernya.
Baca juga: Tekanan Darah Sekdaprov Kaltim Muhammad Sabani Sempat Naik tapi Tetap Divaksin Sinovac di Samarinda
Baca juga: Kisah Dokter Gigi di Tanjung Selor Kaltara Divaksin Sinovac, Merasa Aman dan Tidak Tinggalkan Ruam
Namun ia tidak menyampaikan siapa saja orang-orang tersebut.
Saat disinggung, apakah ada pembentukan tim khusus, semisal nantinya para penerima vaksin terdapat keluhan - keluhan gejala.
Ia mengatakan, bahwa semuanya terintegrasi dengan pelayanan yang ada, tetapi Pemkot Samarinda memang membukan hotline tentang vaksinasi yakni lewat 112.
Baca juga: Kepala Dinkes Kutim Bahrani Hasanal Sebut Khasiat Vaksin Sinovac Capai 65 Persen
Baca juga: Miliki Ring di Jantung, Plt Bupati Bulungan Gagal Divaksin Sinovac Covid-19
Lalu nantinya 112 yang akan mengarahkan, ke seperti sistem kesehatan yang sudah ada sekarang.
"Misal dia BPJS, maka ke Puskesmas, klinik swasta, kalau di sana tidak tertangani maka dirujuk ke rumah sakit. Jadi tidak ada jalur khusus vaksinasi, semuanya terintegrasi dengan layanan yang sudah ada," sambungnya.
Baca juga: Miliki Ring di Jantung, Plt Bupati Bulungan Gagal Divaksin Sinovac Covid-19
Baca juga: Ketua IDI Kaltim Tiba-tiba Kejang Saat Disuntik Vaksin Sinovac, Ternyata Begini Kejadian Sebenarnya
Kendati demikian, selanjutnya katanya dosis vaksinsasi kedua akan dilakukan pada 28 Januari 2021, atau 14 hari setelah vaksinasi.
(TribunKaltim.Co/Muhammad Riduan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dr-osa-rafshodia-kepala-bidang-pengendalian-dan-pemberantasan-penyakit-p2p.jpg)