Gempa Sulbar
Terjawab Mensos Risma Bongkar Kelompok Penjarah Truk Logistik di Gempa Majene Sulbar, Dianggap Wajar
Terjawab, Mensos Risma bongkar kelompok penjarah truk logistik di gempa Majene Sulbar, dianggap wajar
TRIBUNKALTIM.CO - Bencana gempa yang melanda beberapa daerah di Sulawesi Barat ( Sulbar) diwarnai aksi penjarahan.
Penjarahan dilakukan diduga oleh pengungsi kepada truk pengangkut logistik yang melintas.
Menteri Sosial ( Mensos) Tri Rismaharini pun turut angkat bicara mengenai aksi penjarahan tersebut.
Kendati demikian, mantan Walikota Subaraya ini menilai wajar aksi tersebut terjadi.
Risma pun menjelaskan mengapa aksi penjarahan itu sampai terjadi.
Risma pun menanggapi video viral aksi penjarahan truk pembawa bantuan logistik.
Baca juga: Update Liga Italia, Proyek Maldini Berlanjut, Mandzukic & Saingan Kalulu Susul Meite ke AC Milan
Baca juga: Akhirnya Komjen Senior Respon Penunjukan Listyo Sigit Jadi Calon Kapolri, Singgung Pembenahan Polri
Baca juga: Sudah Selamat dari Gempa Mamuju, Istri TNI Malah Tewas Demi HP, Sempat Update WhatsApp & Facebook
Baca juga: Refly Harun Tak Setuju Raffi Ahmad & Ahok Dilaporkan Langgar Prokes, Bandingkan dengan Habib Rizieq
Padahal, sejatinya truk itu juga mengangkut logistik untuk korban bencana gempa bumi di Majene, Sulawesi Barat.
Risma meminta aksi tersebut tidak dianggap penjarahan.
"Sekali lagi itu bukan penjarahan, jangan dianggap penjarahan.
Mereka kelaparan," kata Risma, sapaan akrabnya, di Surabaya, Sabtu (16/1/2021).
Risma menganggap wajar aksi tersebut karena kondisi di sana memang tidak ada toko yang buka.
"Tidak ada toko makanan buka, mereka semua mengungsi di ketinggian untuk antisipasi gempa susulan," terang Risma.
Bantuan logistik dari pemerintah kata dia memang relatif terlambat karena untuk menuju ke lokasi bencana di jalur utama Makasar - Mamuju terputus akibat tertutup material longsor.
"Jadi yang seharusnya 9 jam harus nambah 6 jam lagi karena harus memutar.
Semoga hari ini material longsor di jalur itu bisa dibersihkan," jelasnya.