Gempa Sulbar
Terjawab Mensos Risma Bongkar Kelompok Penjarah Truk Logistik di Gempa Majene Sulbar, Dianggap Wajar
Terjawab, Mensos Risma bongkar kelompok penjarah truk logistik di gempa Majene Sulbar, dianggap wajar
Baca juga: Tinggal di Kawasan Rawan Bencana Alam, BPBD Samarinda Himbau Masyarakat Agar Persiapkan Diri
Dalam video yang beredar di Instagram, tertulis pesan agar berhati-hati mambawa bantuan logistik melalui jalur darat.
Karena maraknya aksi perampasan tersebut Kepala Bidang Humas Polda Sulbar Kombes Syamsu Ridwan mengatakan, polisi masih menyelidiki video yang diduga terjadi di Tappalang itu.
Namun, dia mengimbau bagi instansi swasta maupun warga yang hendak memberi bantuan logistik terhadap korban gempa untuk terlebih dahulu melapor ke Polres terdekat.
Dengan begitu, polisi dapat memberikan pengawalan dalam distribusi bantuan korban gempa.
"Terkait video yang beredar itu kami masih penyelidikan.
Bahwa diharapkan semua bantuan dikoordinasikan dengan posko, melalui kepolisian dan TNI, agar setiap bantuan dikawal," kata Ridwan kepada Kompas.com melalui telepon, Sabtu.
Gempa Berulang
Pakar geologi itu juga menerangkan jika gempa 5,9 SR dan 6,2 SR yang mengguncang wilayah Majene dan Mamuju merupakan kejadian berulang.
Terakhir terjadi sekira 50 tahun lampau, yakni tahun 1969.
Bahkan dalam catatan BMKG, episenter gempa di Majene Sulawesi Barat pada 14 Januari dan 15 Januari 2021 sangat berdekatan dengan sumber gempa yang memicu tsunami pada 11 April 1967.
Kala itu gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo di daerah Polewali Mandar.
Baca juga: Liga Italia - Tonali atau Kessie jadi Tandem Soualiho Meite? Duet Baru AC Milan Saat Versus Cagliari
Dua tahun kemudian, pada 23 Februari 1969 terjadi gempa dengan episenter yang berdekatan dengan gempa 14 Januari dan 15 Januari 2021.
Untuk diketahui, gempa susulan berkekuatan 6,2 magnitudo kembali mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat dini hari (15/1/2021).