Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Aplikasi dan Game Berpotensi Besar di Balikpapan, Jadi Prioritas Pengembangan Ekraf 2021

Sektor unggulan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Balikpapan telah ditetapkan sebagai pengembangan aplikasi dan permainan (game).

Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi - Masyarakat Balikpapan bermain game. Aplikasi dan game merupakan potensi besar untuk pengembangan ekonomi kreatif di Balikpapan.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan, Doortje Marpaung menyebut sektor unggulan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Balikpapan telah ditetapkan sebagai pengembangan aplikasi dan permainan (game).

Hal itu ditetapkan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) berdasarkan keputusan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 83 tahun 2019, tentang kabupaten/kota kreatif Indonesia 2019.

"Menurut Bekraf, aplikasi akan membantu sektor lainnya dalam mempromosikan ekonomi kreatif lainnya," ujar Doortje, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Polresta Balikpapan Bakal Terapkan Tilang Elektronik, Langgar Lalu Lintas, Begini Taksiran Dendanya

Baca juga: Tunggu Revisi Penetapan Lokasi, BPN Balikpapan Belum Tinjau Jalan Pendekat Jembatan Pulau Balang

Alasan Bekraf menetapkan aplikasi sebagai sektor unggulan, menurutnya, memiliki komitmen yang berkelanjutan pada sektor ekonomi kreatif.

Ini sesuai dengan uji petuk yang dilakukan oleh Bekraf pada tahun 2016. Dimana ekraf mulai dikembangkan di Balikpapan.

Padahal, saat uji petik dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan juga mengusulkan kuliner dan kerajinan, karena unggul dalam hal tersebut.

Namun kedua sektor itu, dinilai masih kalah unggul dengan produk dari pulau Jawa.

Sedangkan aplikasi dan pengembang permainan bisa men-support dari subsektor lainnya.

Baca juga: Walikota Rizal Effendi Kirim WhatsApp ke Ahok, Pertamina Penyumbang Covid-19 Terbesar di Balikpapan

Baca juga: WASPADA Virus Jenis Baru D614G Jangkiti Balikpapan, Mutasi Lebih Cepat Hanya 3 Hari

"Tapi Bekraf tetap memilih untuk sektor unggulan di Balikpapan itu (aplikasi dan game). Potensinya besar, banyak pemuda kita yang menang lomba secara nasional untuk aplikasi dan game ini," jelasnya.

Menurut Doortje, dari 200 pelaku ekraf dari 17 subsektor yang masuk dalam master plan, didominasi oleh aplikasi. Lalu kuliner, game, iklan, film, dan kerajinan turut menyusul.

Para komunitas dan konten kreator, lanjut Doortje sudah mulai mempromosikan kota Balikpapan. Dengan harapan masterplan ekraf dapat mendorong pengembangannya lebih aktif.

Baca juga: Pegawai Kantor Gubernur Kaltim yang Positif Covid-19 Terus Bertambah, WFH Diberlakukan Sampai Kamis

"Ke depan harapannya juga bukan hanya tagline ekonomi kreatif tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang berkecimpung di bidang tersebut," pungkasnya.

Penulis: Heriani/Editor: Samir Paturusi

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved