Minggu, 3 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Jaga Neraca Perdagangan Nasional Tetap Positif, Produksi Kelapa Sawit Sumbang USD 22,97 Miliar

Mulai bergerak naik dari USD 542 per ton sejak Agustus 2019 setelah berada pada rata-rata USD 524 per on selama Januari-Agustus 2019

Tayang:
Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Dinas Perkebunan Kaltim melakukan sertifikasi benih kelapa sawit pada satu perkebunan yang ada di Kabupaten Paser. TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pada tahun 2020 lalu diawali dengan optimisme oleh industri sawit.

Hal ini karena pada Desember 2019, harga crude palm oil (CPO) cif Rotterdam mencapai USD 787 per ton.

Mulai bergerak naik dari USD 542 per ton sejak Agustus 2019 setelah berada pada rata-rata USD 524 per on selama Januari-Agustus 2019.

Baca Juga: Rekor Baru, Positif Covid-19 di Kaltim Capai 900 Kasus, Dinkes Tuding Rendahnya Monitor Tingkat RT

Baca Juga: Tolak Ajakan Hubungan Intim, Pemuda Asal Kutai Barat Tega Habisi Nyawa Gadis yang Baru Dikenalnya

Namun, Januari-Mei 2020 harga turun dan mencapai USD 526 per ton yang disebabkan oleh permintaan di China mulai menurun karena pengaruh Covid-19.

"Tekanan pasokan kedelai ke China karena perang dagang dengan Amerika berkurang dengan panen kedelai di Brazil juga anjloknya harga minyak bumi yang mencapai USD 27 per barel atau SD 147 per ton," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Joko Supriyono dalam press conference secara daring, Kamis (4/2/2021).

Pada Mei 2020, China sudah pulih dari pandemi Covid-19 dan meningkatkan impor besar- besaran oilseed serta minyak nabati. Hal ini untuk memulihkan stok yang telah terkuras serta mendorong harga minyak nabati kembali naik.

Harga yang baik pada awal 2020, memungkinkan pekebun memupuk dan memulihkan kebunnya.

"Sehingga dengan dukungan cuaca, terjadi kenaikan produksi CPO dan PKO (palm kernel oil) rata-rata Januari hingga Juni 2020 sebesar 3.917 ribu ton," tambahnya.

Baca Juga: Penipuan di Bontang Modus Istri Sedang Sakit, Pelaku Warga Balikpapan, Polisi Tangkap di Samarinda

Baca Juga: Kabar Duka Datang dari Walikota Balikpapan, Sosok Orang yang Dicintainya Meninggal Dunia

Harga yang bergerak positif, kemudian meningkat menjadi 4.680 ribu ton secara rata-rata pada Juli-Desember 2020.

Harga CPO dan minyak nabati naik dari rata-rata USD 646 per ton di semester I 2020 menjadi USD 775 per ton pada semester II 2020.

Di dalam negeri, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat Covid-19 menyebabkan penurunan konsumsi, untuk pangan turun pada 2020 dari 801 ribu ton pada Januari menjadi 638 ribu ton pada Juni 2020.

Pelonggaran pembatasan menaikan kembali ke 723 ribu ton pada Desember 2020.

Baca Juga: Tembus Rekor Baru, Balikpapan Catat 263 Kasus Positif Corona, Ada Dua Bayi Baru Lahir

Konsumsi untuk oleokimia naik terus karena meningkatnya konsumsi sabun dan bahan pembersih. Dari 89 ribu ton pada Januari menjadi 197 ribu ton pada Desember 2020.

Konsumsi untuk biodiesel naik dibandingkan 2019 karena perubahan kebijakan dari B20 menjadi B30.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved