Virus Corona di Balikpapan
Vaksinasi Covid di Balikpapan Molor dari Jadwal, DKK Beber Kendala, tak Semua Nakes Punya E-Tiket
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty membeberkan sejumlah kendala dalam pelaksanaan vaksinasi. Hal tersebut diungkapkannya setela
Penulis: Miftah Aulia Anggraini |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty membeberkan sejumlah kendala dalam pelaksanaan vaksinasi.
Hal tersebut diungkapkannya setelah vaksinasi tahap pertama yang dijadwalkan rampung pada hari Minggu lalu, molor dari jadwal awal.
"Kendala dalam vaksinasi karena waktunya kemarin sangat mepet," ujarnya, Kamis (4/2/2021).
• Kabar Duka Datang dari Walikota Balikpapan, Sosok Orang yang Dicintainya Meninggal Dunia
• Rekor Baru, Positif Covid-19 di Kaltim Capai 900 Kasus, Dinkes Tuding Rendahnya Monitor Tingkat RT
Dia mengatakan, di waktu yang bersamaan sebagian tenaga kesehatan tengah mengambil cuti.
Adapun sejumlah tenaga kesehatan yang bekerja di lokasi, rig, dan sebagainya, akhirnya masuk ke dalam daftar nakes yang ditunda.
"Tapi karena sekarang diperpanjang oleh Kemenkes hingga 10 Februari nanti, mudah-mudahan bisa lebih banyak cakupan kita," ucapnya.
Dia juga menjelaskan soal kendala teknis yang dialami, khususnya dalam penggunaan aplikasi P-Care milik BPJS Kesehatan.
Ternyata, tidak semua tenaga kesehatan mendapat e-tiket sebagai syarat mendapatkan vaksin sinovac dari aplilasi tersebut.
Sehingga solusinya, BPJS Kesehatan akan membuka satu fitur tambahan dengan user name khusus bagi nakes yang tidak punya e-tiket.
"Sudah ada zoom meeting dengan BPJS Kesehatan terkait masalah ini, mereka akan membuka fitur tambahan," ujarnya.
Baca Juga: Ahok Utus 2 Petinggi Pertamina Temui Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Sepakat WFH 75 Persen
Baca Juga: Penipuan di Bontang Modus Istri Sedang Sakit, Pelaku Warga Balikpapan, Polisi Tangkap di Samarinda
Tenaga kesehatan yang tidak memiliki e-tiket hingga hari pelaksanaaan vaksin, dikarenakan nakes lambat mendaftar, sehingga dimungkinkan terjadi penumpukan pada aplikasi.
"Mungkin itu sebabnya, padahal dari awal sudah diminta. Ketika dimulai vaksin pada tanggal 29 Januari lalu, akhirnya belum semua punya e-tiket," tuturnya.
Rekor Baru Kasus Positif Covid-19 di Balikpapan Tembus 263 Kasus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-kota-balikpapan-andi-sri-juliarty-mendapat-suntikan-vaksin-sinovac.jpg)