Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Bupati Kukar Tegaskan Tak Ada Pelarangan Selama PPKM Namun Hanya Pembatasan

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Satgas penanganan Covid-19, melaksanakan pertemuan dengan para tokoh agama

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Suasana rapat koordinasi pemkab Kukar, satgas dan tokoh agama di Kantor Bupati Kukar.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Satgas penanganan Covid-19, melaksanakan pertemuan dengan para tokoh agama terkait pelaksanaan PPKM dan Kaltim steril di wilayah Kukar.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Kukar Edi Damansyah serta dihadiri perwakilan TNI-Polri, Sekretaris Daerah Sunggono, Kepala Dinas Kesehatan dr Martina Yulianti, Kepala Kemenag Kukar Mukhtar, Kasatpol PP Kukar Fida Hurasani, para kepala KUA dan para pendeta.

Baca Juga: Cegah Karhutla di Kutim, BPBD Gelar Apel Gabungan Siaga Kebakaran

Baca Juga: Profil Yurnalis Ngayoh, Tokoh Dayak yang Tutup Usia, Mantan Wagub Berprestasi Bagi Kalimantan Timur

Bupati Kukar Edi Damansyah menjelaskan, dalam kegiatan tersebut dirnya menyampaikan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi keagamaan terkait beberapa kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) yang salah satu faktor utamanya adalah kesadaran masyarakat secara kolektif.

“Jadi kita meminta tokoh agama untuk dapat berperan menyampaikan edukasi dan sosialisasi kepada umat yang selama ini menjadi binaannya,” ujar Edi.

Dirinya juga menegaskan, selama pelaksanaan PPKM di Kukar tidak ada pelarangan, tetapi hanya pembatasan, hal itu juga seiring adanya intruksi Gubernur Kaltim terkait kaltim senyap sabtu dan minggu di rumah saja.

Baca Juga: Dua RT di Graha Indah Balikpapan, Terbanyak Sumbang Kasus Covid-19, Kini Pembatasan Jam Malam

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun di Muara Rapak Balikpapan, Diduga Truk jadi Biang, Mengangkut Beras

“Itu yang kita tegasi dan pedomani,” singkatnya.

Edi juga mengucapkan, pihaknya tetap mempedomani bahwa kerumunan jika di interpretasikan dalam pedoman yang sudah disampaikan, bahwa selama itu dibawah 50 orang dan menerapkan protokol kesehatan.

“Kita juga pertegas jangan sampai ada salah pemahaman, karena ada saja pohak-pihak yang menyampaikan isu yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Baca Juga: Gara-gara Kaltim Senyap, 3 Pasang Calon Pengantin di Tenggarong Tunda Acara Nikah Mereka

Terutama untuk umat kristiani ucap Edi, yang biasanya beribadah di hari minggu dan umat lain yang juga ada beribadah di hari sabtu tetap dipersilahkan sepanjang itu untuk urusan ibadah.

“Tapi catatannya di rumah ibadah, tetap diatur protokol kesehatannya. Terus, nanti dari rumah ke tempat ibadah di sampaikan juga ke satgas yang di lapangan mengendalikan ini,” pungkasnya.

Penulis : Aris Joni/Editor: Samir Paturusi

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved