Breaking News:

Virus Corona di Kaltim

Tanggapi Kaltim Steril di Sabtu dan Minggu, HIPMI Kukar Sebut Lebih Baik Konsisten Jalankan 5M

Soal kebijakan setiap Sabtu dan Minggu masyarakat diminta di rumah saja atau lebih dikenal dengan sebutan Kaltim Steril, HIPMI Kukar angkat bicara.

ISTIMEWA
Ketua HIPMI Kutai Kartanegara Jumadil Anwar mengatakan, mestinya pemerintah terus menyosialisasikan dan konsisten menerapkan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG– Soal kebijakan setiap Sabtu dan Minggu masyarakat diminta di rumah saja atau lebih dikenal dengan sebutan Kaltim Steril, HIPMI Kukar angkat bicara.

Ketua HIPMI Kukar Jumadil Anwar menilai, pemerintah sudah berkali-kali melakukan upaya memutus mata rantai pencegahan penularan Virus Corona.

“Dalam konteks kenyataannya, penyebaran virus tidak bisa dibendung,” kata Jumadil, saat dihubungi TribunKaltim.co, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Walikota Balikpapan Persilakan Gelar Pernikahan Durasi 3 Jam, Sabtu-Minggu ke Depan Sudah Dilarang

Baca juga: Pemandangan tak Lazim di Samarinda, Jalan Protokol Mendadak Sepi di Akhir Pekan, Layaknya Kota Mati

Baca juga: Pasangan Sehidup Semati Asal Bojonegoro, Meninggal Hari Jumat Selang 2,5 Jam, Netizen: Surga Menanti

Untuk itu, ia menilai begitu juga dengan instruksi Gubernur Kaltim Isran Noor.

Tak ada jaminan jika kasus Covid-19 ditekan.

Paling tepat, menurutnya, pemerintah terus menyosialisasikan dan konsisten menerapkan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Karena pada hari Senin-Jumat masyarakat tetap beraktivitas, terus malam Sabtunya juga berbondong-bondong membeli logistik persiapan Kaltim Steril. Dengan menetapkan 5M, bisa menekan yang tertular asal komitmen,” kata Jumadil.

Dari segi pelaku usaha, kata Jumadil, tentu saja memiliki dampak pada Sabtu dan Minggu.

“Karena pendapatan sehari-hari bergantung pada jumlah kedatangan atau kunjungan orang yang membeli,” kata Jumadil.

Ia berharap pemerintah harus rajin memberikan sosialisasi untuk menerapkan 5M, harus konsisten, berlaku di semua sektor,” ucapnya.

Sementara pengamatan dia di Kukar, saat Sabtu dan Minggu, berlaku pembatasan jam malam pada pedagang yang beroperasi hingga pukul 21.00 wita.

Menurutnya, kembali lagi, paling tepat ialah konsisten sosialisasi dan penerapan 5M.

“Sekarang ini, kita harus menerapkan 5M. Sebab kalaupun di rumah, tetap ada interaksi,” ucap Jumadil.

Penulis: Sapri Maulana | Editor: Rahmad Taufiq

Penulis: Sapri Maulana
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved