Berita Tarakan Terkini

Webinar Universitas Borneo Tarakan, RISE Programme Beber Pembelajaran Jarak Jauh jadi Tantangan

Anggota Research on Improving Systems of Education atau RISE Programme, Michelle Kaffenberger mengatakan remote learning.

Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Anggota RISE Programme, Sekolah Pemerintah Blavatnik, Universitas Oxford, Inggris, Michelle Kaffenberger dalam kegiatan webminar Mitigasi Learning Loss untuk Mencegah Kerugian Ekonomi dan Sosial di Masa Depan Akibat PJJ Berkepanjangan yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Borneo Tarakan berkerjasama dengan Program INOVASI secara daring. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Anggota Research on Improving Systems of Education atau RISE Programme, Michelle Kaffenberger mengatakan remote learning atau pembelajaran jarak jauh merupakan tantangan di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal tersebut menumbuhkan kesadaran global bahwa para siswa hanya belajar sedikit dari pembalajaran jarak jauh.

Pembelajaran jarak jauh dirasa tidak efektif untuk siswa, terutama yang sudah ketinggalan pelajaran, dari keluarga yang memiliki pendapatan rendah, dan tinggal di daerah pedesaan.

Dia sampaikan, kebanyakan pembelajaran jarak jauh menggunakan internet.

Baca Juga: Dua RT di Graha Indah Balikpapan, Terbanyak Sumbang Kasus Covid-19, Kini Pembatasan Jam Malam

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun di Muara Rapak Balikpapan, Diduga Truk jadi Biang, Mengangkut Beras

Namun tentu hal itu tidak akan bekerja pada anak yang tinggal di daerah yang memiliki keterbatasan koneksi internet.

"Melalui Radio, TV, SMS, atau mencoba untuk pembalajaran secara tatap muka sebisa mungkin akan lebih efektif," ujarnya, Kamis (11/2/2021)

"Meskipun upaya terbaik saat ini adalah pembelajaran jarak jauh. Tapi kita harus berharap para siswa siap ketika sekolah dibuka," tambahnya.

Sementara itu, dia menyampaikan terkait kerugian yang didapatkan selama penutupan sekolah.

Pembelajaran selama penutupan sekolah menjadi monoton dan tidak menarik bagi siswa.

Bahkan siswa hanya akan belajar sedikit atau bahkan tidak sama sekali.

Selama pembalajaran jarak jauh, tidak sedikit siswa yang lupa dengan yang meraka pelajari.

"Hal itu tentu menjadi buruk daripada saat sekolah masih dibuka," tambahnya.

Baca Juga: Jadwal Penerbangan Susi Air Kala Covid-19 di Kutai Barat, Rute Samarinda-Datah Dawai dan Kubar

Baca Juga: Pusat Perbelanjaan di Balikpapan dan Samarinda Berkeinginan tak Ada Lagi Penutupan di Sabtu Minggu

Menurutnya, sistem pendidikan harus mulai direncanakan dari sekarang untuk mengurangi kerugian pada siswa ketika siswa kembali masuk sekolah.

Yaitu dengan memprioritaskan kemampuan dasar, menilai tingkat belajar siswa ketika mereka kembali ke sekolah, dan menyesuaikan instruksi sesuai tingkat belajar siswa.

"Sistem dapat dapat mengimplementasikan mitigasi dengan cara membantu mereka kembali kuat dan belajar yang giat daripada saat pembalajaran jarak jauh. Pemulihan adalah investasi," jelasnya.

Penulis Risnawati | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved