Tahun Baru Imlek

Imlek 2021, Pengunjung Klenteng Guang De Mio Balikpapan Berkurang, tak Ada Barongsai dan Doa Bersama

Perayaan Imlek 2021 yang jatuh pada Jumat, 12 Februari 2021 ini memang berbeda dari hari raya tahun-tahun sebelumnya.

Penulis: Heriani AM | Editor: Tribun Kaltim
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Masyarakat Tionghoa melakukan ibadah menyambut tahun baru Imlek di Klenteng Guang De Mio Balikpapan, Kamis malam. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Perayaan Imlek 2021 yang jatuh pada Jumat, 12 Februari 2021 ini memang berbeda dari hari raya tahun-tahun sebelumnya.

Masyarakat ‘dipaksa’ meresapi makna Imlek 2021 secara sederhana bersama orang-orang terdekat.

Hal-hal kecil yang biasanya tak terlihat kini mulai harus disyukuri, terutama pada Imlek 2021 yang dirayakan saat pandemi Covid-19.

Gara-Gara Istri Menolak Dicium, Pemuda 19 Tahun di Samarinda Aniaya Istri dan Bayinya Usia 4 Bulan

Perwakilan Pasar Balikpapan Kritisi Surat Edaran Walikota Soal Larangan Berjualan di Sabtu Minggu

Di tahun ini tidak ada hingar bingar perayaan Imlek yang megah, mewah, dan cenderung ramai.

Klenteng Guang De Mio atau Satria Dharma Balikpapan merupakan satu-satunya klenteng yang ada di Kota Balikpapan.

Mengikuti anjuran pemerintah, pengelola ikut membatasi kapasitas sesuai protokol kesehatan.

Pukul 12 malam sebelum hari H pergantian tahun baru Cina, klenteng umumnya sudah dipadati jamaah.

Rayakan Tahun Baru Imlek, Hotel Mercure Samarinda Sediakan 17 Menu Andalan Khas Tionghoa

Walikota Samarinda Syaharie Jaang Disebut Berpotensi Maju di Pilgub Kaltim 2024

Kondisi ini berlanjut hingga keesokan harinya. Namun situasi familiar itu tak nampak di tahun Kerbau Logam ini. Hanya ditemui beberapa jamaah yang datang.

"Perbedaannya jauh sekali. Meski begitu kita tetap melayani. Jumlahnya kita batasi maksimal 50 persen dari kapasitas biasanya. Kalau kira-kira melebihi kapasitas biasanya, kita tahan," ujar Ketua Klenteng Guang De Mio, Hindro Arie Wijaya, Jumat (12/2/2021).

Pengelola mengatur sistem bergiliran. Mengantisipasi jika terjadi lonjakan massa.

Protokoler di Klenteng, umumnya sama di lokasi publik lain.

Yakni mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Pertunjukan barongsai yang identik dengan perayaan Imlek, juga gelaran doa bersama pun ditiadakan.

"Dari jamaah, oke-oke saja. Apalagi di situasi seperti ini. Banyak yang memilih ibadah di rumah juga. Untuk waktu pelaksanaan (ibadah) mulai tanggal 12 sampai selesai," pungkas Hindro.

PPKM di Balikpapan, Kasus Covid-19 Belum Turun, Walikota Rizal Effendi: Kita Kembali ke Zona Merah

Warga Indonesia keturunan Tionghoa mendoakan agar pandemi Covid-19 bisa segera lenyap dari bumi pertiwi. Termasuk Andre, yang ditemui setelah ritual peribadatan.

"Ke depan, doa-nya Covid-19 bisa hilang. Semua pulih kembali seperti biasa, kehidupan normal jadi lebih nyaman. Apalagi virus menganggu kehidupan sehari-hari, ibadah, usaha pasti ada dampaknya," harapnya. (*)

Penulis: Heriani | Editor: Samir Paturusi

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved