Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Bank Indonesia Sebut Inflasi di Kota Balikpapan Cukup Melandai Sepanjang 2020

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan perkembangan inflasi Kota Balikpapan yang cenderung melandai

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Tim Pengendalian Inflasi Kota Balikpapan menggelar High Level Meeting (HLM) TPID Kota Balikpapan secara virtual dengan tema “Evaluasi Pencapaian Inflasi 2020 dan Penyusunan Langkah Strategis Pengendalian Inflasi 2021”.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan perkembangan inflasi Kota Balikpapan yang cenderung melandai di sepanjang tahun 2020.

Inflasi Kota Balikpapan pada Desember 2020 tercatat sebesar 0,65 persen secara tahunan (yoy), lebih rendah dibandingkan tahun 2019 sebesar 1,88 persen (yoy).

Berdasarkan komoditasnya, rendahnya tekanan inflasi tahun 2020 Kota Balikpapan dipengaruhi oleh penurunan tarif angkutan udara seiring berkurangnya permintaan di tengah pandemi Covid-19.

Di sisi lain, apresiasi harga emas perhiasan secara gradual terus mengalami peningkatan yang mendorong inflasi pada tahun 2020.

Baca juga: Akademisi Unmul Samarinda Pertanyakan Mantan Terpidana Korupsi jadi Dirut PT MGRM, Rolling tak Cukup

Baca juga: Tiga Motor Terbakar di Balikpapan, Pemilik Akui Sempat Melihat Terduga Pelaku di Depan Rumahnya

"Beberapa komoditas bahan makanan seperti ikan-ikanan, telur ayam ras, cabai rawit dan bawang merah turut memengaruhi pergerakan inflasi Kota Balikpapan pada tahun 2020," jelasnya melalui keterangan tertulis, Rabu (24/2/2021).

Memasuki tahun 2021, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan mencermati adanya beberapa risiko yang akan mendorong peningkatan inflasi.

Seiring menguatnya permintaan di era new normal terutama pasca vaksinasi dan pemulihan ekonomi nasional.

Risiko lain bersumber dari normalisasi tarif angkutan udara, potensi kenaikan komoditas global khususnya crude palm oil (CPO) dan Kedelai yang akan mendorong kenaikan harga bahan baku minyak goreng maupun harga tempe dan tahu.

"Serta kondisi iklim yang kurang kondusif dengan curah hujan cenderung di atas normal terutama pada bulan Maret hingga Mei 2021," jelasnya.

Baca juga: Walikota Rizal Effendi Sebut Kasus Covid-19 di Balikpapan akan Melonjak, Angkanya Bisa 2 Kali Lipat

Baca juga: Mantan Bupati Kutim Ismunandar dan Ketua DPRD Encek Dicabut Hak Politiknya, Bayar Uang Pengganti

Mempertimbangkan risiko dan tantangan inflasi ke depan, pengendalian inflasi di Kota Balikpapan dilakukan melalui strategi 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang efektif.

Halaman
123
Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved