Selasa, 14 April 2026

Virus Corona di Balikpapan

Giliran Guru di Balikpapan Divaksin Covid-19, Tiada Penolakan dan Efek Samping

Ratusan guru dan tenaga pendidik di Kota Balikpapan menerima vaksinasi Covid di gedung BSCC Dome, Selasa (2/3/2021).

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada tenaga pendidik dan guru di gedung BSCC Dome Balikpapan, Kalimantan Timur. 

"Pertama kita lihat kondisi dan situasi, kedua kita harus mendapat rekomendasi dari gugus tugas," ujar Kepala Disdik Balikpapan Muhaimin, Senin (1/3/2021).

Menurutnya kebijakan pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan Nadiem Makariem harus disikapi dengan bijak.

Baca juga: Badan Rebahan Foto Liburan! Pandemi Corona di Rumah Aja, Djeni Kenang Melancong ke Penjuru Indonesia

Sebab setiap daerah mengalami kondisi yang berbeda tingkat penyebaran dan kasus positif Covid-19.

"Apa yang disampaikan Pak Menteri itu harapan kita agar tahun ajaran baru sudah bisa menerapkan metode pembelajaran tatap muka," katanya kepada Tribunkaltim.co di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Muhaimin mengatakan kondisi di Kota Minyak belum memungkinkan untuk menerapkan metode PTM.

Hal itu lantaran jumlah penambahan kasus positif harian masih berada di sekitaran angka seratus kasus per harinya.

Menurutnya, Satgas masih memiliki waktu untuk melandaikan jumlah kasus, agar pemerintah bisa merealisasikan metode PTM bagi anak sekolah.

Baca juga: Satu Warga Sotek PPU Meninggal Akibat Covid-19, 49 Pasien Sudah Kehilangan Nyawa karena Corona

"Ini kan masih bulan Februari, nanti di bulan Juli baru kita mulai tahun ajaran baru 2021-2022," ucapnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, sekolah di Kota Minyak masih menerapkan metode pembelajaran daring.

Para guru yang jumlahnya sekitar enam ribu orang juga masih menunggu tahapan vaksinasi yang rencananya mulai dilakukan besok.

Baca juga: Sepak Terjang Bupati Berau Sri Juniarsih dalam Menekan Penyebaran Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Menurut informasi yang dia terima, para guru akan mendapat jatah 750 dosis vaksinasi yang akan disuntikkan tahap pertama.

"Ya jumlahnya kan enam ribu tapi ini masih tahap pertama," sebut Muhaimin.

Baca juga: Dapat Vaksin Pertama tapi Harus Tugas Keluar Kota, Kadinkes Balikpapan Imbau Lapor Faskes Terdekat

Dengan vaksinasi yang sudah mulai berjalan, maka besar kemungkinan metode PTM akan berjalan di tahun ajaran baru 2021-2022.

"Kita para guru dalam posisi menunggu jatah vaksin. Kami sadar kalau vaksinasi kan tidak hanya untuk guru, tapi ada pelayanan publik lain juga," tutupnya.

Penulis Miftah Aulia | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved