Sejarah Hari Ini

Peristiwa 12 Maret, Ketika PKI Dibubarkan dan Dicap Terlarang di Indonesia, Andil Soeharto!

Tanggal 12 Maret 1966 merupakan momentum bersejarah bagi Republik Indonesia, ketika Partai Komunis Indonesia yang disingkat PKI dibubarkan

Editor: Syaiful Syafar
Kolase TribunKaltim.co/AFP
Pemberangusan simbol-simbol Gerwani dan Partai Komunis Indonesia pascapecahnya G30S/PKI serta kegiatan Gerwani saat era Presiden Soekarno. Soeharto punya andil besar dalam pembubaran PKI di Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tanggal 12 Maret 1966 merupakan momentum bersejarah bagi Republik Indonesia, ketika Partai Komunis Indonesia yang disingkat PKI dibubarkan dan dicap terlarang.

PKI yang merupakan partai pemenang nomor empat pada Pemilu 1955, selanjutnya menjadi pesakitan akibat kebijakan Soeharto.

Dengan memakai legitimasi Presiden Soekarno, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1/3/1966 perihal pembubaran Partai Komunis Indonesia ( PKI).

Baca juga: Kerap Kritik Jokowi dan Isu PKI, Eks Panglima TNI Ini Tetap Diganjar Bintang Mahaputra dari Presiden

Baca juga: 2021 Tjahjo Kumolo Larang ASN Pakai Atribut Apalagi jadi Anggota Organisasi Terlarang: PKI, HTI, FPI

Isi Kepres itu antara lain membubarkan Partai Komunis Indonesia ( PKI) termasuk bagian-bagian organisasinya dari tingkat pusat sampai ke daerah beserta semua organisasi yang seasas, berlindung, dan bernaung di bawahnya.

Kedua, Soeharto menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah kekuasaan Negara Republik Indonesia.

Presiden RI ke I Soekarno dan Jenderal Soeharto.
Presiden RI ke I Soekarno dan Jenderal Soeharto. (Istimewa/Arsip Kompas)

Dikutip dari harian Kompas, Senin 14 Maret 1966, keputusan presiden tersebut dikeluarkan dengan memperhatikan hasil pemeriksaan serta putusan Mahkamah Militer Luar Biasa terhadap tokoh-tokoh PKI yang dituduh terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September atau G30S.

Keputusan tersebut kemudian diperkuat dengan Ketetapan MPRS Nomor XXV/1966.

Langkah ini merupakan kebijakan pertama Soeharto setelah menerima Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar sebagai upaya mengembalikan stabilitas negara.

Baca juga: Pencipta 'Gendjer gendjer' Menghilang Usai G30S, Benarkah Lagu Ini Mars PKI? Simak Faktanya

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan, upaya pembubaran PKI bisa dilihat dari sisi politis dan bukan dari sisi ideologi.

Menurut Asvi, dengan dibubarkannya PKI, berarti upaya pengalihan atau perebutan kekuasaan dari Soekarno akan semakin mudah.

Salinan Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar
Salinan Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar (KOMPAS)

Asvi melihat saat itu Soeharto berusaha untuk memisahkan Soekarno dengan orang-orang terdekat dan para pendukungnya yang setia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved