Berita Balikpapan Terkini
Tumbuh 16 Persen, Investor Pasar Modal Didominasi Milenial
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen menyebut tingkat literasi dan inklusi pasar modal masih jauh dari harapan.
Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen menyebut tingkat literasi dan inklusi pasar modal masih jauh dari harapan.
Ia membeberkan, dari survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2019, tingkat literasi sebesar 4,9 persen dan tingkat inklusi di pasar modal sebesar 1,55 persen.
"Pandemi Covid-19 telah berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Bukan cuma kritis kesehatan, tapi juga ekonomi seluruh dunia," ujar Hoesen secara daring, Selasa (16/3/2021).
Baca juga: Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah Dukung Pembentukan TPAKD oleh OJK Kaltim di Kukar
Baca juga: OJK Luncurkan SCF, Inovasi Pendanaan yang Cepat, Mudah dan Murah bagi Generasi Muda dan UKM
Ekonomi baik sektor keuangan maupun riil mengalami kontraksi cukup dalam, baik sisi produksi maupun konsumsi.
Dimana disebabkan oleh adanya pembatasan aktivitas masyarakat yang berimbas pada menurunnya aktivitas bisnis atau dunia usaha.
Untuk mendukung upaya memulihkan perekonomian nasional. OJK turut andil dan berpartisipasi dengan mengeluarkan berbagai kebijakan strategis khususnya di pasar modal.
"OJK mengeluarkan 35 kebijakan pasar modal dalam merespon tentunya dampak pandemi," tukasnya.
Baca juga: Kepala OJK Kaltim Sebut Tren Resktrukturisasi Covid-19 di Kaltim Seiring Dengan Tren Nasional
Meskipun sempat terpuruk di triwulan pertama tahun 2020 karena tekanan pandemi Covid-19. Namun kinerja pasar modal masih dapat bergairah.
Pada tanggal 5 maret 2021 bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah di posisi 6,258. Dengan market share lebih dari Rp 7,352 triliun. Ada 7 emiten baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan jumlah raihan dana atau fund raising Rp 2,7 triliun
Sedang jumlah perusahaan yang telah memperoleh pernyataan efektif melakukan Initial Public Offering (IPO) tahun 2020 mencapai 46 emiten baru.
Penambahan itu juga merupakan tertinggi jika dibandingkan seluruh negara di kawasan ASEAN.
Lebih jauh, investor pasar modal hingga akhir Februari 2021 terus mengalami peningkatan.
Total Single Investor Identification (SID) sebanyak 4,5 juta atau naik sekitar 16 persen jika dibanding SID per 31 Desember 2020 sebesar 3,8 juta.
Ia menuturkan aktivitas investor pun meningkat, mengingat frekuensi transaksi yang terjadi juga sangat tinggi. Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan publik kepada pasar modal terus meningkat.
Baca juga: Investasi Bodong di PPU Tipu Hingga Rp 5 Miliar, Ini Tanggapan OJK Kaltim
Peningkatan ini juga tidak lepas dari kontribusi milenial. Di mana berdasarkan demografi individual per Februari 2021. Jumlah investor individu di bawah 30 tahun sudah mencapai 57 persen dengan total aset dari kaum milenial hampir Rp 33 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kepala-eksekutif-pengawas-pasar-modal-otoritas-jasa-keuangan-ojk-hoesen.jpg)