Berita Nasional Terkini
Fahri Hamzah & Mahfud MD Sependapat, Soal Presiden 3 Periode Ada yang Cari Muka dan Menjilat Jokowi
Fahri Hamzah dan Mahfud MD sependapat, soal wacana presiden tiga periode ada yang cari muka dan menjilat Jokowi
Penulis: Kun | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNKALTIM.CO - Dua tokoh nasional Republik Indonesia sependapat menanggapi isu wacana presiden tiga periode.
Adalah Fahri Hamzah dan Mahfud MD yang menganggap pihak yang menggulirkan wacana tersebut tak lebih untuk mencari muka hingga menjilat presiden Jokowi.
Untuk diketahui, wacana presiden tiga periode digulirkan salah satu tokoh politik nasional yang jadi pendiri Partai Ummat, Amien Rais belum lama ini.
Baik Fahri maupun Mahfu tak habis pikir, mengapa bisa muncul wacana presiden 3 periode tersebut.
Bagi politisi Partai Gelora, ia termasuk kelompok yang tak percaya dengan upaya perpanjangan masa jabatan periode hingga tiga kali.
Bahkan dalam pernyataan Fahri Hamzah kepada publik, ia telah menanyakan langsung ke Presiden Jokowi soal isu presiden 3 periode, jawabannya tak ada niat mengarah ke sana.
Baca juga: Pesan Amien Rais ke Presiden Jokowi Sebelum Meninggal, Indonesia Mandiri! Jangan Tergantung Cukong
Menurut Fahri, ada partai politik yang panik dalam persiapan jelang Pilpres 2024.
Mantan Wakil Ketua DPR RI itu tak menyebut siapa parpol yang dimaksud.
Namun, Fahri berujar partai tersebut dipastikan kekurangan atau tak memiliki kandidat kuat untuk diusung di Pilpres 2024 mendatang.
Baca juga: TERKUAK FAKTA Baru Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode? Serunya Tema Mata Najwa Trans7 Terbaru
Sebelumnya, Jokowi sudah memberi klarifikasi bahwa dirinya tak berminat menjabat lagi hingga 3 periode.
Nah, wacana presiden 3 periode ini dihembuskan politikus senior Amien Rais, meskipun Presiden RI Joko Widodo ( Jokowi) telah tegas menyatakan tidak berminat.
Fahri Hamzah menyebut, parpol itu panik sehingga membuat wacana presiden menjabat 3 periode.
Hal itu diungkapkan Fahri lewat acara podcast di akun YouTube miliknya Fahri Hamzah Official, Selasa (16/3/2021).
Fahri meyakini Presiden Jokowi sendiri tidak ada minat untuk kembali menjabat menjadi presiden.
"Ini yang maksa-maksa ini dugaan saya ada niat lainnya, ini yang mesti dibongkar," kata Fahri.
Baca juga: Anggota Polisi Meninggal Saat Kawal Jokowi, Mendadak Pingsan Ketika Lakukan Pengamanan
Baca juga: Kabar Gembira, Lebaran Idul Fitri 2021 Bisa Mudik, Tak Dilarang Pemerintah Jokowi, Ada Arahan Menhub
Fahri yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, mengaku sempat menanyakan soal isu tiga periode langsung kepada Jokowi.
"Dua kali saya tanya langsung ke Beliau (Jokowi)," ujar Fahri.
"Beliau bahkan ada kesan, dia bilang 'itu orang cari muka saja semua'," terang Fahri menirukan percakapannya dengan Presiden Jokowi.
Kini isu tiga periode tiba-tiba ramai dibicarakan, Fahri menduga pemicunya adalah sebuah parpol yang panik tidak memiliki kandidat untuk diadu di tahun 2024.
"Dugaan saya ini ada partai yang sudah enggak punya calon lagi, sudah enggak punya kandidat," kata Fahri.
Fahri tidak menyebut nama parpol tersebut.
"Mungkin dia kepepet," ucapnya.
"Jadi yang begini-begini saja kita cari siapa," kata Fahri.
Mantan politisi PKS itu meyakini bahwa di 2024 nanti akan banyak muncul calon-calon pemimpin baru.
Baca juga: Pesan Amien Rais ke Presiden Jokowi Sebelum Meninggal, Indonesia Mandiri! Jangan Tergantung Cukong
"Percayalah anak bangsa ini banyak, politisi banyak, calon pemimpin banyak, 2024 itu akan ada orang baru," ujar Fahri.
"2024 akan ada orang hebat, percayalah, yang penting kita positif bangsa Indonesia ini bisa menjadi bangsa besar," sambungnya.
Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan, jika ada pihak yang mendorong Presiden Jokowi kembali memimpin, maka hal itu merupakan upaya menjerumuskan dan menjilat.
Mahfud menyampaikan hal itu sebagain respons atas tudingan pendiri Partai Ummat, Amien Rais, yang menyebut ada wacana jabatan presiden menjadi tiga periode.
"Kalau Pak Jokowi yang saya dengar, dan saudara saya kira punya jejak digitalnya, kalau ada orang-orang mendorong Pak Jokowi menjadi presiden lagi, kata Pak Jokowi nih, itu hanya dua alasannya. Satu, ingin menjerumuskan, dua ingin menjilat," ujar Mahfud di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (15/3/2021).
Di sisi lain, Mahfud menegaskan, penambahan masa jabatan presiden menjadi urusan partai politik dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Baca juga: Kabar Terbaru, Pemerintah Jokowi Bolehkan Mudik Lebaran 2021, Menhub Budi Karya Beri Penjelasan
Hal itu mengingat sejauh ini pemerintah juga tidak pernah membahas wacana tersebut.
"Itu urusan partai politik dan MPR, ya. Di kabinet enggak pernah bicara-bicara yang kaya gitu, bukan bidangnya," kata dia.
Untuk itu, pihaknya pun meminta agar tidak menyeret pemerintah terkait isu tersebut.
"Jadi jangan diseret-seret ke kabinet lah urusan itu diskusinya MPR dan parpol-parpol lah, dan itu haknya," katanya.
"Kan asyik baca-baca begitu, enggak apa-apa. Tetapi kalau pemerintah endak punya wacana tentang mau tiga kali, empat kali, lima kali, kita UUD yang berlaku sekarang saja," sambung dia.
Sebelumnya tudingan amandemen UUD 1945 yang akan dilakukan dengan menggelar Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk mengubah dua periode jabatan presiden menjadi tiga periode disampaikan pendiri Partai Ummat Amien Rais.
Baca juga: Tak Terima Jokowi Diseret ke Kisruh Demokrat, Ali Ngabalin Balas Bambang Widjojanto, Lucu & Jijik
"Jadi mereka akan mengambil langkah pertama meminta Sidang Istimewa MPR yang mungkin 1-2 pasal yang katanya perlu diperbaiki, yang mana saya juga tidak tahu," tutur Amien dalam tayangan Kompas TV, dikutip Senin.
Menurut UU "Tapi kemudian nanti akan ditawarkan pasal baru yang kemudian memberikan hak bahwa presiden bisa dipilih 3 kali," imbuhnya.
Tudingan Amien Rais itu ditampik oleh Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, yang mengatakan bahwa Jokowi tetap patuh pada ketentuan masa jabatan Presiden dua periode.
(*)
Editor: Muhammad Fachri Ramadhani