Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Dapat Teguran dari BEI, Indo Premier Jaga Konsistensi Pelaporan MKBD

PT Indo Premier Sekuritas menerima teguran tertulis dari Bursa Efek Indonesia (BEI) bernomor Peng-00016/BEI.ANG/03-2021 tertanggal 19 Maret 2021.

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - PT Indo Premier Sekuritas menerima teguran tertulis dari Bursa Efek Indonesia (BEI) bernomor Peng-00016/BEI.ANG/03-2021 tertanggal 19 Maret 2021.

Sanksi diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan Bursa tahun 2020.

Kegiatan transaksi margin Indo Premier Sekuritas, dinilai belum sesuai dengan ketentuan umum dan short selling.

Baca juga: BEI Kaltim Gencar Sosialisasi Ajak Perusahaan Lokal untuk Gabung ke Pasar Modal Lewat IPO

Baca juga: Bursa Efek Indonesia Optimistis Pasar Modal Syariah Makin Maju, Saham Meningkat 90,3 Persen

PT Indo Premier Sekuritas dengan ini menegaskan mendukung kebijakan BEI dan berkomitmen menjaga konsistensi teknologi informasi dalam pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD).

"Pada 1 Desember 2020 terjadi lonjakan luar biasa atas volume transaksi dan jumlah data transaksi yang harus diproses pada hari itu, bursa melihat perlunya Indo Premier menjaga konsistensi teknologi informasi dalam pelaporan MKBD," terang Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, dalam siaran resminya, Jumat, (19/3/2021).

Ia menegaskan BEI mengingatkan Indo Premier untuk meningkatkan sistem pelaporan MKBD supaya bisa mengantisipasi lonjakan data transaksi yang diproses setiap harinya.

Baca juga: BEI Luncurkan Empat Terobosan Baru Hari Ini, Hasil Sinergi Edukasi dengan Teknologi

Baca juga: LENGKAP Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris dan Lainnya Malam Ini, Mola TV Live, Net TV, Bein Sports

Ia mengakui pada masa pandemi Covid-19 saat ini memang terjadi lonjakan penambahan nasabah ritel dan peningkatan signifikan volume transaksi saham.

Apalagi saat ini Indo Premier sebagai sekuritas karya anak bangsa telah dipercaya menangani lebih dari 500,000 nasabah ritel.

"Indo Premier memproses 75.000-80.000 nasabah yang bertransaksi tiap harinya. Ini yang terbesar dari seluruh anggota bursa yang bertransaksi di bursa efek," jelasnya.

Ia menambahkan total ekuitas Indo Premier per akhir Februari 2021 adalah Rp 1,5 triliun yang menempatkan Indo Premier, sebagai salah satu sekuritas dengan permodalan tertinggi di Indonesia.

Adapun besaran MKBD Indo Premier per 18 Maret 2021 adalah Rp 615 miliar, jauh di atas prasyarat minimum anggota bursa yang ditetapkan oleh BEI dan merupakan salah satu yang terbesar dari seluruh anggota bursa. (*)

Berita tentang Balikpapan

Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved