Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Kakak-Beradik Penerima Suap Divonis 5 Tahun, Dua Anak Buah Mantan Bupati Kutim Tak Ajukan Banding

Sejak diputuskan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah oleh Majelis Hakim saat persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipiko

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Persidangan pembacaan putusan kelima terdakwa suap atau gratifikasi pejabat tinggi di Pemkab Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur secara virtual. Sidang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Samarinda via teleconference (daring), Senin (15/3/2021) lalu. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Sejak diputuskan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah oleh Majelis Hakim saat persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, pada Senin (15/3/2021) lalu, 5 pejabat tinggi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kini mulai melakukan upaya hukum banding. 

Diketahui, mantan Bupati Kutim Ismunandar dan istrinya, Encek UR Firgasih juga mantan Ketua DPRD Kutim mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan.

Aswandini Eka Tirta selaku Kepala Dinas PUPR kala itu, juga ikut melakukan upaya hukum banding.

Baca juga: Jelantah Membangun Samarinda Jadi Program Prioritas 100 Hari Kerja Andi Harun-Rusmadi

Baca juga: Wakil Walikota Rusmadi Wongso Sebut Sate Ikan Patin Bakal Jadi Makanan Khas Kota Samarinda

Terpisah, dua terdakwa pejabat tinggi Pemkab Kutim yang juga menerima suap atau gratifikasi dari rekanan, yakni Suriansyah alias Anto selaku Kepala BPKAD saat itu, dan Musyafa yang menjabat Kepala Bapenda juga diputus bersalah.

Terkait vonis yang dijatuhkan, saat dikonfirmasi, Juru Bicara Hakim PN Samarinda, Nyoto Hindaryanto mangatakan hingga saat ini tak ada upaya banding yang dilakukan sejak putusan dijatuhkan pada kedua pejabat tinggi Kutim ini.

"Tidak mengajukan banding, kedua terdakwa," kata Nyoto melalui sambungan telpon seluler, Kamis (25/3/2021).

Mengingat putusan yang telah diketuk palu sejak 15 Maret 2021 lalu, yang seharusnya dalam sepekan mengajukan upaya hukum sebelum dinyatakan inkrah.

"Karena diputus sejak tanggal 15 Maret 2021. Bila dihitung 7 hari sejak diputus, tidak mengajukan banding berarti sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah)," ucap Nyoto.

Artinya, sepekan lebih dua terdakwa kasus rasuah ini tidak ada mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Kaltim.

Suriansyah alias Anto dan Musyafa, dua kakak beradik ini telah memilih untuk menerima putusan, lantaran tenggat waktu sudah melewati batas aturan dan telah berkekuatan hukum tetap.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved