Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Perusda Manuntung Sukses Balikpapan Minim Kontribusi, Dewan Pengawas: Tanya ke Direktur

Asisten I Pemerintah Kota Balikpapan yang juga selaku Dewan Pengawas Perusda Manuntung Sukses, Syaiful Bahri enggan berkomentar.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Asiten I Pemerintah Kota Balikpapan yang juga selaku Dewan Pengawas Perusda Manuntung Sukses, Syaiful Bahri .TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Asisten I Pemerintah Kota Balikpapan yang juga selaku Dewan Pengawas Perusda Manuntung Sukses, Syaiful Bahri enggan berkomentar.

Hal tersebut berkaitan dengan BUMD atau Perusda Manuntung Sukses yang akhir-akhir ini disorot DPRD Balikpapan.

"Soal penurunan kontribusi PAD saya tidak bisa berkomentar soal itu," tegasnya, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Penyertaan Modal Rp 40 Miliar, Sekda Balikpapan Enggan Komentari Soal Perusda Manuntung Sukses

Baca juga: Perusda Manuntung Sukses Hanya Sumbang Rp 17 Juta Setahun, Ini Kata DPRD Balikpapan

Perusda Manuntung Sukses disorot legislatif lantaran minimnya kontribusi yang dihasilkan ke KAS daerah.

Perusda ini hanya mampu memberi kontribusi terhadap pemasukan daerah sebesar Rp 17 juta dalam setahun.

Padahal besaran penyertaan modal yang telah dialokasikan oleh Pemerintah Kota tercatat sudah mencapai Rp 40 miliar.

Hal ini pun menjadi bahan evaluasi bagi pihak seberang. DPRD Balikpapanmenunggu evaluasi dari bidang perekonomian.

"Kalau begitu tanya dibagian ekonomi saja atau ke direkturnya langsung. Kita (dewan pengawas) tidak menangani keuangan," jelasnya.

Baca juga: DPRD Kaltim Tuding Pansel Direksi Perusda Tidak Transparan, Berikut Penjelasan Sekprov M Sabani

Sebagai informasi, ada tiga poin yang menjadi catatan yakni, berapa besar penyertaan modal dari pemkot Balikpapan.

Yang tentunya sudah masuk ke perusahaan pelat merah tersebut. Kemudian kontribusi perusahaan terhadap PAD, serta business plan Manuntung Sukses.

"Kalau soal penyertaan modal tanya ke BPKAD. Soal pengawasan, kita kan ada tim audit," ujar Syaiful Bahri.

Sementara itu, saat ditanya mengenai langkah tindak lanjut daripada Dewan Pengawas, ia tak banyak berkomentar.

Baca juga: Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Perusda PT AKU Dituntut 15 Tahun Penjara dan Bayar UP Rp 14,8 M

Menurutnya, Dewan Pengawas hanya bertugas memperhatikan perusahaan tak langsung berkaitan dengan teknis.

"Soal langkah ke depan apa yang akan dilakukan tanyakan ke direktur dong, dia yang punya program. Dewan pengawas hanya memperhatikan tidak ke teknis," pungkasnya. (*)

Berita Balikpapan Terkini

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved