Senin, 27 April 2026

Berita Bontang Terkini

Smart City di Bontang Sebatas Jargon, Layanan Administrasi Berbasis Digital Baru 20 Persen

Skenario Smart City di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, dinilai hanya sebatas jargon kota. Terbukti, proses pengurusan administrasi

Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Anggota DPRD Komisi II, Baktiar Wakkang sebut konsep smart city di Bontang hanya jargon. 

"Belum bisa menjangkau sampai ke pulau-pulau sana," ungkap Ririn.

Bagikan Laptop Buat Guru SMP

Berita sebelumnya. Visi 'Smart City' yang dicanangkan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Bontang, Neni Moerniaeni-Basri Rase bukan sebatas wacana.

Keduanya serius menyusun langkah taktis untuk mewujudkan gagasan tersebut. Hasilnya, ragam terobosan di bidang pendidikan yang dijalankan mendapat apresiasi di tingkat nasional.

Walikota Neni Moerniaeni dan pasangannya sadar betul meningkatkan pertumbuhan daerah berawal dari peningkatan sumber daya manusia (SDM). Pendidikan menjadi prioritas di masa kepemimpinan Neni-Basri.

Itu bisa dilihat dari dukungan anggaran yang menyasar sektor pendidikan.

Setiap tahun selalu meningkat kendati defisit anggaran, komitmen terhadap pendidikan tetap prioritas. Pada 2016 alokasi belanja program pendidikan sebesar Rp 84,5 miliar, tahun berikutnya Walikota Neni mengerek menjadi Rp 99 miliar.

Alokasi ini diperuntukkan berbagai macam kegiatan. Fasilitas penunjang juga menjadi fokus pembiayaan daerah.

Untuk pertama kali dalam sejarah Kota Bontang, seluruh murid menikmati fasilitas tas, sepatu dan seragam sekolah.

Program bagi paket ini disalurkan merata, mulai tingkat dasar hingga menengah atas. Sekolah negeri dan swasta mendapatkan fasilitas ini, total 38.727 murid menerima fasilitas penunjang secara cuma-cuma.

Baca juga: Paparkan Implementasi Smart City, Bupati: Masyarakat Terbantu Agar Tetap di Rumah Selama Pandemik

"Ini memang impian saya sejak lama, memberikan paket seragam sekolah kepada seluruh murid di Bontang," ujar Neni.

Sukses dengan program tersebut, Walikota Neni kembali meningkatkan fasilitas bagi pelajar di Bontang.

Tahun ini pemerintah mengalokasikan Rp 3 miliar untuk pengadaan seragam batik motif Kuntul Perak.

Namun, peruntukkan seragam ini sementara hanya bagi pelajar baru.

Tak hanya para pelajar, peran guru juga mendapat perhatian Neni-Basri.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved