Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Timur

Paparkan Implementasi Smart City, Bupati: Masyarakat Terbantu Agar Tetap di Rumah Selama Pandemik

“Aplikasi ini membantu masyarakat agar tetap di rumah dengan memanfaatkan layanan jasa para pelaku UMKM dan transportasi

TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA
SMART CITY - Bupati Kutai Timur Dr Ir H Ismunandar MT mengikuti web seminar bertajuk "Implementasi Smart City, Village, Region pada Masa Pandemic Covid-19 dan Menghadapi New Normal" gelaran Departemen Georafi Pembangunan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada di ruang pertemuan Diskominfo Perstik Kutim, Sangatta, Senin (29/6/2020). Dalam seminar itu ia bersama sejumlah bupati lain. 

SANGATTA, TRIBUN - Bupati Kutai Timur Dr Ir H Ismunandar MT mengikuti web seminar bertajuk implementasi smart city, village, region pada masa pandemic Covid 19 dan dalam menghadapi new normal, gelaran Departemen Georafi Pembangunan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, di ruang pertemuan Diskominfo Perstik Kutim, Senin (29/6/2020).

Selain Bupati Ismunandar, webinar diikuti oleh tiga Bupati lainnya, yakni, Bupati Kendal, dr Mirna Anisa M Si, Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfudz, dan Bupati Empat Lawan, H Joncik Muhammad. Mereka membeberkan upaya dan kiat masing-masing dalam mengimplementasikan smart city di wilayahnya semasa pandemic Covid 19 ini.

Dalam kegiatan yang dimoderatori, dr Rini Rachmawati S Si MT, selaku Koordinator Kelompok Studi Smart City, Village, Region dan Sekretaris Departemen Geografi Pembangunan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Bupati Ismunandar memaparkan tentang implementasi yang dilakukan di Kabupaten Kutai Timur, dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Di antaranya, untuk mendorong kegiatan ekonomi lokal. Dengan mengaktifkan aplikasi layanan belanja yang menaungi berbagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan aplikasi jasa transportasi.

“Aplikasi ini yang membantu masyarakat agar tetap di rumah dengan memanfaatkan layanan jasa para pelaku UMKM dan transportasi untuk memenuhi kebutuhan selama berada di rumah saja. Selain, pemanfaatan forum jual beli melalui media sosial facebook juga ikut mendorong kegiatan ekonomi lokal,” ungkapnya.

Pemanfaatan TIK, kata Ismunandar, juga dilakukan dalam pelaporan sebaran kasus Covid 19 di Kutai Timur, secara online. Masyarakat Kutai Timur maupun dari daerah lain yang ingin mengetahui informasi seputar covid 19, cukup membuka laman corona.kutaitimurkab.go.id.

Dalam laman tersebut, data pasien terkonfirmasi, Orang Dengan Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tercatat, bisa diperoleh.

Selain itu, pemanfaatan infrastruktur TIK juga dilakukan dalam pelaksanaan online meeting atau cloud meeting di ruang command center Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik.

“Dalam rangka pelaksanaan kegiatan rapat dan koordinasi sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, pencegahan Covid 19, social distancing dan physical distancing,” ujarnya.

Kutai Timur, lanjut Bupati, juga sudah mencanangkan gerakan pemanfaatan lahan dan pekarangan. Gerakan ini merupakan gerakan ketahanan pangan masyarakat Kabupaten Kutai Timur dalam mengantisipasi dampak pandemic terhadap ketersediaan pangan.

“Lahan kosong dan pekarangan dimanfaatkan secara maksimal untuk menanam tanaman pangan. Sehingga bahan baku makanan tetap ada semasa pandemic,” kata Ismunandar.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved