Kamis, 16 April 2026

Virus Corona

Pandemi Covid-19 di Jepang, Pemerintah Perpanjang Program Dana Tunjangan Cuti Bagi UKM

Wabah virus Corona merebak ke berbagai penjuru dunia, termasuk sampai ke negeri matahari terbit, Jepang.

Editor: Budi Susilo
https://www.cdc.gov/
Ilustrasi virus Corona. Wabah virus Corona merebak ke berbagai penjuru dunia, termasuk sampai ke negeri matahari terbit, Jepang.  

TRIBUNKALTIM.CO, TOKYO - Wabah virus Corona merebak ke berbagai penjuru dunia, termasuk sampai ke negeri matahari terbit, Jepang

Meningkatnya penyebaran infeksi virus Corona menjadi tindakan prioritas pemerintah dan masyarakatnya dalam menghadapi Covid-19

Caranya melakukan pencegahan penyebaran, pengurangan jam operasi, kerja sama, makanan dan minuman.

Baca juga: NEWS VIDEO Pengantin Baru Langsung Disuntik Vaksin Covid-19, Masih Berpakaian Lengkap

Baca juga: Indonesia Bisa Herd Immunity, Bio Farma Begitu Yakin karena Pasokan Vaksin Covid-19 Banyak

Oleh karena itu Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang memutuskan untuk bertindak, menilai masih banyak orang yang membutuhkan bantuan.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang mengalokasikan “dana dukungan cuti”

Program ini bagi mereka yang bekerja di usaha kecil dan menengah yang tunjangan cutinya tidak dibayarkan oleh tempatnya bekerja.

Karena pengaruh virus Corona, “dana tunjangan cuti” telah diputuskan akan dibayarkan lebih dari 850 yen meskipun cuti tersebut diinstruksikan oleh perusahaan.

Baca juga: NEWS VIDEO Gempa Jepang Magnitudo 7,2 Hantam Miyagi Disertai Gelombang Tsunami

Baca juga: Universitas Balikpapan Webinar Ekonomi Kreatif Kala Pandemi Covid-19 Bersama Menteri Sandiaga Uno

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan akan memperpanjang aplikasi dari Oktober hingga Desember 2020.

"Kemudian diperpanjang menjadi sampai dengan Mei 2021," papar sumber Tribunnews.com, Sabtu (27/3/2021).

Tunjangan ini ditujukan bagi mereka yang bekerja di perusahaan kecil dan menengah, selama sedikitnya 4 tahun masa kerja atau lebih.

Tunjangan cuti dibayarkan hingga 11.000 yen per hari, tetapi keadaan darurat sudah dicabut.

Meskipun demikian kini diperpanjang lagi pendaftarannya hingga akhir Mei 2021.

Baca juga: Pemerintah Jepang Hibahkan Pembangunan UGD Puskesmas di Kecamatan Long Kali Paser

Baca juga: Terdampak Covid-19, Sektor Pariwisata di Malinau Masih Stagnan, Strategi Promosi Disorot

Meningkatnya penyebaran infeksi virus corona menjadi tindakan prioritas untuk melakukan pencegahan penyebaran, pengurangan jam operasi, kerja sama, makanan dan minuman.

Oleh karena itu Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang memutuskan untuk memperpanjang tenggat waktu aplikasi, menilai masih banyak orang yang membutuhkan bantuan karena tunjangan cuti tidak dibayarkan.

Vaksinasi Dorong Pemulihan

Di tempat terpisah. Bank Indonesia (BI) menyatakan, implementasi vaksinasi dan sinergi kebijakan nasional diperkirakan akan mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional ke depan.

Pada triwulan IV 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 2,19 persen (yoy), terutama karena masih lemahnya konsumsi swasta dan investasi bangunan sebagai dampak masih terbatasnya mobilitas akibat pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur (Kaltim) Tutuk SH Cahyono menyebutkan, perbaikan ekonomi domestik diperkirakan berlanjut seiring program vaksinasi nasional dan stimulus fiskal dan moneter.

Baca juga: Disahkan, Bank Indonesia Terbitkan Pelonggaran Kredit dan Pembiayaan Properti dan Uang Muka

Baca juga: Bank Indonesia Sebut Inflasi di Kota Balikpapan Cukup Melandai Sepanjang 2020

"Kenapa vaksin? Itu untuk mendorong confident, rasa percaya diri. Supaya mobilitas masyarakat juga meningkat. Herd immunity kita harap 70 persen dari masyarakat. Dan diharapkan tercapai di Q1 2021," jelas Tutuk, Senin (15/3/2021).

Tutuk menegasakan, prasyarat utama pemulihan ekonomi dewasa ini, adalah vaksinasi dan ketaatan terhadap protokol kesehatan.

Untuk diketahui, realisasi vaksin sudah mulai berjalan di Kalimantan Timur. Saat ini sudah menyasar tenaga kesehatan, pelayanan publik, hingga guru. Stimulus fiskal juga jalan terus bahkan meningkat.

Baca juga: Aturan Baru Bank Indonesia, Beli Mobil & Motor Tanpa Uang Muka Alias DP 0 Persen, Harga Juga Turun

Baca juga: NEWS VIDEO Bank Indonesia Bantah Keluarkan Uang Rp 100 dengan Wajah Presiden Jokowi

"Percepatan stimulus fiskal juga penting, realisasi anggaran. Contohnya bantuan sosial baik dari pemerintah pusat hingga kabupaten/kota. Sasarannya adalah mereka yang benar-benar terdampak," jelasnya.

Hal lain, lanjut Tutuk adalah harus mulai membuka sektor produktif yang aman. Supaya perputaran ekonomi dapat berjalan lagi.

Selain itu, peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial.

Baca juga: Keterangan Resmi BCA Soal Kasus Salah Transfer yang Berujung Penjara, Bukan Pihak Bank yang Lapor

Serta digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya UMKM, merupakan respon kebijakan dari prasyarat vaksin dan protokol sebagai kunci pemulihan ekonomi.

Berita tentang Virus Corona

Penulis Heriani | Editor: Budi Susilo

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Jepang Perpanjang Program Dana Tunjangan Cuti Bagi Pekerja UKM.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved