Rabu, 15 April 2026

Kesehatan

Saat Berolah-raga Keluar Keringat, Beginilah Manfaat Minum Air Dingin dan Tips Amannya

Olah-raga dinilai mujarab memberi kesehatan, menjadikan tubuh bisa bugar, menguatkan imun tubuh dan menghilangkan stres. 

Editor: Budi Susilo
TRIBUNNEWS.COM
Olahraga penting untuk kesehatan. Olah-raga dinilai mujarab memberi kesehatan, menjadikan tubuh bisa bugar, menguatkan imun tubuh dan menghilangkan stres.  

TRIBUNKALTIM.CO - Setiap orang, kadang ada saja yang berkesempatan meluangkan waktu untuk berolah-raga, mencari keringat. 

Olah-raga dinilai mujarab memberi kesehatan, menjadikan tubuh bisa bugar, menguatkan imun tubuh dan menghilangkan stres. 

Namun, setiap berolah-raga seringkali tubuh mengeluarkan keringat.  

Baca juga: Waspada, Beberapa Titik di Area Joging Track Tepian Sungai Kayan Amblas

Baca juga: Wajah Pejabat Sampai Pucat dan Keringat Dingin, Kisah Soeharto Menyamar dan Nginap di Rumah Penduduk

Hal yang paling efektif mengembalikan cairan yang hilang setelah berolahraga adalah minum air.

Sejumlah ahli dari American College of Sports Medicine merekomendasikan agar orang yang baru berolahraga minum air dingin.

Simak manfaat minum air dingin saat olahraga dan tips amannya sebagai berikut:

1. Menjaga performa

Dilansir dari Verywell Fit, tubuh kita akan mengalami peningkatan suhu inti saat olahraga, setelah itu cairan tubuh akan keluar lewat keringat.

Peningkatan suhu inti tubuh ini terkadang bisa menghambat ketahanan atau kekuatan latihan.

Nah, minum air dingin dapat membantu menjaga suhu inti agar tidak lekas melonjak. Sehingga, performa olahraga tetap ajek terjaga.

2. Meningkatkan selera

Sejumlah orang merasakan minum air dingin saat olahraga lebih enak ketimbang minum air dengan suhu ruang.

Dengan rasa yang lebih menggoda, seseorang cenderung minum lebih banyak dan lebih sering minum air.

Dengan begitu, dehidrasi bisa dicegah. Tak hanya memengaruhi kinerja olahraga, dehidrasi juga bisa mengganggu kesehatan.

3. Membantu pembakaran kalori

Tubuh mengeluarkan lebih banyak energi untuk mengubah suhu air dingin ke suhu tubuh. Efek pembakaran kalori ini memang tidak besar, tapi ada pengaruhnya.

Sekitar lima sampai 18 kalori terbakar saat kita minum segelas air dingin.

Manfaat minum air dingin saat olahraga dalam hal membantu pembakaran kalori tidak signifikan dan belum bisa digunakan sebagai pengganti olahraga.

Baca juga: Anda Sedang Dehidrasi, Ini Minuman-minuman yang Harus Dihindari, Salah Satunya Es Teh

Baca juga: Selain Mencegah Dehidrasi, Ini 7 Manfaat Minum Air Putih Secara Teratur, Bisa Bantu Melawan Penyakit

Jika jenis olahraga termasuk ringan dan waktunya kurang dari satu jam, orang lebih disarankan minum air putih dingin atau minum air dingin dengan perasan lemon.

Hindari terlalu banyak gula karena bisa menimbun kalori.

Baca juga: Kelelahan hingga Sakit Kepala, Inilah Tanda-tanda Tubuh Mengalami Dehidrasi

Baca juga: Cukupi Kebutuhan Minum Air Putih Agar Tidak Dehidrasi Saat Jalankan Puasa Ramadhan, Ini Takarannya

Dilansir dari Healthline, hindari minum air dingin saat olahraga apabila kondisi kesehatan kurang prima.

Misalnya saat sedang flu, pilek, migrain, atau gangguan pencernaan.

Minum air dingin saat olahraga tapi kondisi tubuh kurang prima justru bisa membuat masalah kesehatan semakin buruk. 

Efek Terlalu Banyak Joging 

Para ilmuwan melakukan penelitian terhadap lebih dari 1.000 pelari dan bukan pelari selama 12 tahun.

Mereka yang joging dalam kecepatan terjaga selama kurang dari dua setengah jam setiap pekan, lebih kecil kemungkinannya untuk mati dalam periode itu.

Namun mereka yang berlari lebih dari empat jam per pekan dan yang tak berolah raga sama sekali, mencatat tingkat kematian yang tinggi.

Tidak Berlebihan Berlari 

Berdasarkan analisis terhadap kuisioner yang diisi semua orang dalam suatu studi di Denmark, ilmuwan menyimpulkan bahwa kecepatan ideal untuk joging rutin adalah 8 kilometer per jam, dan sebaiknya berlari tak lebih dari tiga kali per pekan, atau 2,5 jam secara keseluruhan.

Orang-orang yang joging lebih intensif, khususnya yang berlari lebih dari tiga kali per pekan dan dengan kecepatan lebih dari 11 km per jam, memiliki tingkat kemungkinan mati yang sama dengan yang tak berolah raga sama sekali.

Baca juga: Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah, Berikut 7 Tips Mencegah Dehidrasi Saat Menjalankan Puasa

Baca juga: MENGEJUTKAN, 7 Gejala Baru Infeksi Covid-19 yang Tak Terduga, Dehidrasi hingga Sindrom Kawasaki

Peneliti dari RS Frederiksberg Kopenhagen, Jacob Louis Marott, mengatakan:

"Kita sebetulnya tidak harus melakukannya seberat itu untuk memperoleh dampak yang baik untuk kesehatan kita. Dan mungkin malah sebaiknya kita tak melakukan joging seberat itu."

"Sejauh ini tak ada rekomendasi tentang batas tertinggi untuk latihan kebuaran yang aman, padahal tampaknya seharusnya ada."

Para ilmuwan masih belum memastikan ada apa di balik kecenderungan ini, namun mereka mengarakan, bisa jadi ini terkait dengan perubahan-perubahan yang dialami jantung saat latihan berat.

Jalan cepat

Dalam laporan itu mereka menyebut, "Latihan ketahanan berat jangka panjang dapat menyebabkan pembentukan ulang struktur patologi jantung dan pembuluh darah."

Maureen Talbot, dari British Heart Foundation, mengatakan: "Studi ini menunjukkan bahwa kita tak perlu lari maraton untuk menjaga kesehatan jantung kita."

Ilustrasi
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK)

"Lari ringan dan sedang ternyata lebih bermanfaat, dan mungkin memperpanjang umur kita dibanding tidak melakukan aktifitas atau melakukan jogging terlalu berat.

"Pedoman nasional Inggris merekomendasikan latihan dalam intensitas sedang selama 150 menit per pekan. Ini bisa tampak banyak, namun bahkan jalan cepat juga merupakan latihan yang bagus. Dan jika Anda tergolong pemalas, Anda bisa mulai dari sini." 

Sumber: BBC Indonesia

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Minum Air Dingin Setelah Berolahraga, Ini yang Terjadi Pada Tubuh

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved