Berita Bontang Terkini
Median Jalan Simpang Bontang Baru Kerap Tergenang Air, DPRD Bontang Minta Segara Dituntaskan
endangkalan pada drainase di bilangan jalan Simpang Rumah Sakit Amalia, diduga jadi penyebab meluapnya air yang menggenangi median jalan saat hujan
Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG–Pendangkalan pada drainase di bilangan jalan Simpang Rumah Sakit Amalia, diduga jadi penyebab meluapnya air yang menggenangi median jalan saat curah hujan tinggi.
Hal itu diungkapkan Ketua RT 24 setempat, Supiati kepada TribunKaltim.Co, Senin (29/03/2021).
Tak hanya menimbulkan genangan air, drainase yang bermasalah itu juga kerap mengeluarkan aroma tak sedap, sehingga warga setempat merasa terganggu.
Baca juga: Dituding Kurang Pengawasan, Dishub Bontang akan Gelar Razia, Angkutan yang Melanggar Dicabut Izinnya
Baca juga: Tiga Kasus Bunuh Diri Terjadi di Bontang selama Maret 2021, Begini Kata Psikolog Unmul
Permasalahan yang ada di wilayahnya ini pun telah dilaporkan sejak lama ke pihak Kelurahan Bontang Api-api.
Namun ia hingga kini belum respon untuk dilakukan perbaikan terhadap drainase tersebut.
"Drainasenya terlalu dangkal. Jadi tidak bisa menampung debit air saat hujan deras. Makanya terjadi genangan. Selain itu mengeluarkan bau busuk sehingga masyarakat terganggu," ujar Supiati.
Sementara, Ali Irfan perwakilan dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), yang meninjau di lapangan menuturkan, jika pihaknya akan melaporkan ke pihak atasannya.
Baca juga: Skema Pelaksanaan Ujian SD 5 April 2021, Disdikbud Bontang Prioritaskan Tenaga Pengawas Usia Muda
Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan akan melakukan perbaikan.
“Karena sejauh ini saya liat di dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang sudah keluar tidak ada masuk. Kedepannya kami akan lakukan koordinasi dengan pihak kelurahan, Ketua RT dan PUPRK,” sebutnya.
Kata dia, untuk teknis lapangan, berapa besaran lebar yang dibutuhkan tentunya akan ada kajian analisa hidrologi. Karena untuk pelebaran drainase di daerah pemukiman warga bukan hanya berbicara berapa lebaran drainasenya tapi juga berapa kecepatan air yang mampu dialirkan.
Selain itu, besaran anggaran yang dibutuhkan pun tak bisa ia prediksikan.
“Jadi jarak pembuangan dari drainase sungai berapa jauh baru di sesuaikan dengan lebaran drainase yang ada. Dan berapa pelebaran drainase yang akan dilakukan. Biasanya lebarnya 60-80 cm. tergantung berapa lahan yang di hibahkan nanti. Kalau estimasinya bisa mencapai ratusan juta,” bebernya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi III DPRD Bontang Abdul Samad pun meminta, agar pihak kelurahan dan OPD terkait untuk segara menindaklankuti persoalan tersebut.
Baca juga: Angka Kesembuhan Covid-19 di Bontang Merangkak Naik, 15 Kelurahan Didominasi Zona Kuning
Sebab, hasil dari Inspeksi Mendadak (Sidak) yang digelar Senin (23/03/2021) pagi tadi, ada warga yang telah komitmen bersedia menghibahkan tanahnya untuk pelebaran drainase.
“iya sudah ada warga yang mau hibahkan lahannya, sehingga tidak terlalu membebani APBD kita. Kalau luas yang dihibahkan kurang tau berapa tapi kalau untuk pelebaran parit 60-80 cm saja cukup,” sebut Abdul Samad. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sidak-komisi-iii-dprd-bontang-meninjau-drainase-di-jalan-r-suprapto-bontang-utara.jpg)