Tumpahan Minyak di Balikpapan

Dua Pendemo Diguyur Minyak, Aksi Kompak Tuntut Keadilan 5 Nelayan yang Tewas akibat Tangki Terbakar

Mahasiswa, aktivis dan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Tumpahan Minyak (Kompak) berunjuk rasa di depan kantor Pengadilan Tin

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Aktivis, masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil (Kompak) berunjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Tinggi Kaltim, Rabu (31/3/2021). Mereka meminta Pengadilan Tinggi kembali mengusut kasus pencemaran minyak di Teluk Balikpapan tahun 2018 silam. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

"Kondisinya adalah bahwa lima orang nelayan menjadi korban dari kerusakan tersebut, maka kami menyerukan masyarakat Kaltim bahwa hari ini kondisi alam kita tidak baik-baik saja. Bahwa korporasi ini mengancam kehidupan masyarakat," ucap Bernard Marbun.

Ia meminta Pengadilan Tinggi Kaltim memperhatikan kepentingan masyarakat umum di mana mereka berhak memperoleh kehidupan yang sehat.

Ia meminta negara bertanggung jawab terkait kehidupan masyarakat umum.

"Kami menyerukan bahwa Pertamina melakukan kesalahan fatal di Teluk Balikpapan. Teman-teman nelayan belum bebas dalam memperoleh kehidupan," ucap Bernard Marbun saat berorasi.

Berita tentang Samarinda

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rahmad Taufiq

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved