Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Disdikbud Bontang Sebut Orangtua Murid tak Mampu Awasi Anaknya Saat Belajar Daring

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang harus putar otak.Persoalan yang timbul imbas dari penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Ujian akhir sekolah yang digelar tatap muka di tengah kondisi pandemi Covid-19 di Bontang, Selasa (6/4/2021). TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang harus putar otak.

Persoalan yang timbul imbas dari penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), memaksanya harus merancang strategi baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Sebenarnya badai pendemi Covid-19 ini membuat semua daerah kewalahan.

Peningkatan mutu kualitas pendidikan tentu jadi tantangan di semua kota tak terkecuali Bontang.

Baca Juga: PPKM Mikro Kembali Diperpanjang, Pemkot Bontang Bolehkan Gelar Resepsi Pernikahan

Baca Juga: Guru Diminta Awasi Siswa tak Berkerumun Saat Pembelajaran Tatap Muka di Bontang

Bagaiamana tidak, terpaan bencana Covid-19 yang disusul beberbagai kebijakan pembatasan, memukul telak dunia pendidikan.

Khususnya bagi pendidikan tingkat bawah seperti, PAUD, TK, SD dan SMP.

Penyesuaian sistem pembelajaran dengan merubah banyak kebiasaan lama, tentunya merembes pada pertumbuhan anak-anak.

Ditambah lagi, kesiapan orang tua terhadap pengawasan dalam pemanfaatan teknologi sebagai perangkat belajar sangat kurang.

Halaman
123
Penulis: Ismail Usman
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved