Berita Bontang Terkini
Disdikbud Bontang Sebut Orangtua Murid tak Mampu Awasi Anaknya Saat Belajar Daring
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang harus putar otak.Persoalan yang timbul imbas dari penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
Sebenaranya, pemanfaatan tekhnologi di kondisi new normal ini sangat menunjang keperluan belajar para siswa namun perlu ada kontroling.
Jika pengawasan ini hanya dibebankan ke orang tua, kemungkinan akan kecolangan.
Sehingga pihaknya pun berusaha akan merancang regulasi yang membatasi penggunaan tekhnologi. Khususnya di lingkup pendidikan tingkat bawah.
"Teknologi kan tetap akan jadi penunjang dalam belajar anak. Tapi perlu dibuatkan aturan, biar bener-benar difungsikan sebagaimana mestinya," ujar Saparuddin.
Lebih lanjut, kata Saparuddin, menurut pengamatan para guru dan keluhan orang tua, gairah belajar anak juga sangat menurun dratis.
Penurunan gairah belajar ini juga jadi tantangan bagi pihaknya untuk memulihkan kembali minat belajar siswa, sebelum penerapan Pembajaran Tatap Muka (PTM) di Juli nanti.
Baca Juga: Disdikbud Bontang Batasi Sepekan 2 Kali Gelar Tatap Muka Tiap Kelas, Cek Jadwalnya
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Permintaan 3 Komoditas Ini Meningkat di Pasar Bontang, Harga Cabai Besar Ikut Naik
"Ini juga masalah yang bakal kami hadapi nanti. Makanya kami harus kerja ekstra untuk mencari solusi terhadap persoalan ini," ujarnya lagi.
Masalah lain jelang PTM juga hadir dari orangtua murid. Banyak dari mereka pulang kampung dengan anaknya. Sementara daerah yang dikunjungi telah mengatur larangan keluar kota.
"Banyak juga orang tua tidak balik ke Bontang. Karena kota yang didatangi punya aturan larangan keluar. Ditambah lagi ada kebijakan dari kementerian yang baru-baru ini terkait larangan mudik," sambung Saparuddin.
Ditambahkan Saparuddin, segudang masalah yang terjadi ini harus diupayakan bisa selesai sebelum penerapan PTM nanti. Langkah yang bakal ditempuh pun masih tengah dibahas.
Sehingga ia meminta dukungan segala pihak. Karena bagaimana pun, kemajuan sebuah kota didasari dari mutu kualitas pendidikannya.
"Perlu saling dukung untuk cari solusi. masalah kita ini berat, kita seakan seperti merombak ulang baru terus dibangun kembali. Tapi ini sudah jadi konsekuensi dari bencana Covid-19," pungkasnya. (*)