Ramadhan 2021
Harga Cabai Rawit Tembus Rp 150 Ribu/Kg di Malinau, Pemilik Warung Minta Pemerintah Cek ke Pasar
Sejak permulaan bulan Ramadan 1442 Hijriah, harga jual cabai rawit di sejumlah pasar di Kabupaten Malinau fluktuatif.
TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU- Sejak permulaan bulan Ramadan 1442 Hijriah, harga jual cabai rawit di sejumlah pasar di Kabupaten Malinau fluktuatif.
Harga jual cabai rawit di Pasar Induk dan Pasar Kuliner Pelangi Malinau kota berkisar Rp 145 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram.
Pantauan TribunKaltara.com, harga cabai rawit pekan lalu di Pasar Induk sempat turun seharga Rp 120 ribu per kilogram.
Baca juga: Lonjakan Penumpang di Malinau Diprediksi Sepekan Jelang Larangan Mudik Lebaran
Baca juga: Larangan Mudik 2021, Pengusaha Travel UPTD Terminal Malinau Kota Minta Nasib Sopir Diperhatikan
Mahalnya harga cabai rawit ditengarai karena stok komoditas pertanian yang biasanya diperoleh dari luar daerah menipis.
Data Disperindagkop Malinau pekan ini, pasokan cabai rawit di sejumlah pasar sekira 50 kg per hari.
Stok cabai rawit di Malinau Kota diperoleh dari petani lokal.
Pedagang sayur di Pasar Kuliner Pelangi, Nurfadillah menjajakan cabai rawit dengan harga Rp 145 ribu per kilogram.
Dan harga eceran berkisar Rp 14.500 per ons.
Dia mengakui harga ini relatif lebih murah dikarenakan harga komoditas pertanian tersebut semakin melejit akhir-akhir ini.
"Dari kemarin-kemarin harganya memang begitu. Pernah turun minggu lalu Rp 130 ribu. Begitulah, naik turun. Kemarin Rp 150 ribu," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (19/4/2021).
Harga cabai rawit di sejumlah pasar selama Ramadhan 2021 fluktuatif.
Naik turunnya harga komofitas tersebut berkisar di angka Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu per kg.
Di sisi lain, Arifuddin, pengelola warung makan di Desa Malinau Hulu mengatakan terhitung hampir sebulan harga jual cabai rawit meninggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/aktivitas-jual-beli-di-pasar-kuliner-pelangi-di-desa-malinau-kota-kecamatan-malinau-kota.jpg)