Wawancara Eksklusif
WAWANCARA EKSKLUSIF Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Support Psikis yang Terpapar Covid
Kapolda dan jajarannya tidak hanya menjadi penegak disiplin masyarakat menjaga protokol kesehatan, tapi juga mengawal vaksin.
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Adhinata Kusuma
Saya belum dengar pasti. Itu kan katanya belum sampai sini. Mudah-mudahan nggak usah ke sinilah dia. Karena itu, informasinya itu nggak ada gejala apa-apa. Nggak kelihatan gejala apa-apa. Tapi saya kira-kira mudah-mudahan enggaklah.
Tapi mungkin ada arahan khusus dari Pak Kapolri?
Pak Kapolri selalu. Penekanannya adalah kita ada penjuru dalam penegakan disiplin masyarakat menjaga protokol kesehatan. Karena sebetulnya, beliau itu kan, jaga protokol kesehatan. Jaga jarak, semuanya kita kerjakan dengan protokol kesehatan, mudah-mudahan ya.
Yang perlu masuk rumah sakit, harus ke rumah sakit. Yang perlu urus itu, di situ bahkan RT itu kita upayakan untuk memilih tempat karantina sendiri untuk diri sendiri. Tapi tetap mendapatkan perhatian dari luar daerah dia disini sendiri supaya tidak gabung sama keluarganya
Camp isolasi mandiri buat warga itu?
Itu di RT-RT. Itu sedang kita upayakan karena tidak semua fasilitas ada di RT. Di semua tempat ya terutama yang zona merahnya banyak Samarinda, di Balikpapan yang zona merah dikit, RT yang merah. Ada tapi nggak banyak.
Lebih banyak yang kuning. Jadi artinya dia lebih tersebar merata. Kalau di Kutim yang merahnya banyak tapi kelihatannya dia terkumpul di satu kelurahan. Misalnya ya, itu dilakukan analisis oleh kapolres, dandim, bupati bersama-sama kemudian di treatment ini. Itu yang sekarang dilakukan.
Nah ini kan yang menjadi model bagus juga buat daerah lain kalau misalnya sampai RT, mungkin satu petugas bisa mengawal berapa rumah, pak?
Kita kan ada Bhabinkamtibmas, TNI ada Babinsa, ada kepala desa jadi satu ini memang mobile ke satu desa ya. Kalau misalnya parah, diarahkan sebaiknya ke rumah sakit. Ke Dinas Kesehatan kalau misalnya tanpa gejala, isolasi mandirinya harus benar jangan gabung dulu sama yang lain.
Yang lain juga jangan ganggu, tapi tetap kami beri support psikis dan mentalnya harus diangkat terus. Mungkin ada fasilitas rumah yang tersedia di situ yang bisa digunakan untuk isolasi mandiri. Ini kan di RT. Bayangkan di RT ada satu tempat yang bisa katakanlah diberikan secara cuma-cuma oleh pemiliknya atau kita bisa dinegosiasikan dengan pemilik rumah, tolong bisa pakai untuk isolasi mandiri maksudnya supaya dia tidak gabung dengan keluarga.
Karena isolasi mandiri di rumah sendiri mungkin kecil. Kalau diisolasi sementara di tempat isolasi mandiri ini mudah-mudahan bisa sembuh dulu baru boleh. Seminggu dulu baru sembuh.
Sempat membahas ketahanan pangan. Di Kaltim sendiri bagaimana dengan ketahanan pangan?
Sementara memang tidak ada masalah ya di Kaltim, cuma memang ada kampung-kampung yang mereka bercocok tanam melakukan peternakan lebih dari yang biasa. Terutama pada saat-saat awal pandemi, ada pembatasan kegiatan dimana pasar tutup toko tutup, di saat-saat itukan kebutuhan makanan tetap harus ada.
Kampung-kampung ini menyiapkan apa namanya kebun-kebun gitu menanam kangkung, menanam singkong. Kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk sehari-hari ketika itu. Dan itu bagus sekali. Saya lihat beberapa kampung itu sehat-sehat sejahtera saja, tidak ada masalah dengan pembatasan. Karena mereka tercukupi.
Kalau untuk anggota kepolisian sendiri, ada arahan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapolda-kaltim-irjen-pol-herry-rudolf-nahak-bersama-pemimpin-redaksi-tribun-kaltim.jpg)