Kamis, 16 April 2026

Wawancara Eksklusif

WAWANCARA EKSKLUSIF Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Support Psikis yang Terpapar Covid

Kapolda dan jajarannya tidak hanya menjadi penegak disiplin masyarakat menjaga protokol kesehatan, tapi juga mengawal vaksin.

TRIBUNKALTIM/CAHYO ADI WIDANANTO
WAWANCARA EKSKLUSIF - Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak bersama Pemimpin redaksi Tribun Kaltim, Ade Mayasanto. 

Anggota iya. Beberapa polres lakukan itu di lingkungan asrama. Makanya kita sebut dengan asrama tangguh. Itu di asrama juga melakukan itu. Misalnya kolam.

Kalau di Balikpapan mereka bikin kolam ikan nila, ikan lele. Kolamnya tidak besar-besar tapi ada dan cukup banyak ikan tersedia di situ. Ini bisa dibagikan kepada warga asrama Polri itu.

Bibitnya dari Polda atau mandiri?

Biasanya itu mereka berkoordinasi dengan dinas peternakan atau perikanan. Kita tahunya sudah banyak hasilnya.

Saya pernah sekali datang ke mapolres, di belakang Mapolresta Balikpapan itu ada kolam ikan. Itu banyak ikannya bahkan ibu-ibu disuruh mancing sendiri. Sudah gede ikannya. Lele juga gitu lumayan membantulah selama pembatasan-pembatasan itu.

Bulan lalu Bapak sempet ketemu Gubernur Kaltim, itu membahas soal apa?

Kami membahas beberapa hal. Pertama tentu covid, menyatukan langkah, terus masalah PPKM yang tadi saya jelaskan.

Masalah pembakaran hutan, kemudian masalah atau konflik lain. Kami sharing ini ya, sekiranya dihadapi tentu saja dalam penanganannya membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk membantu menyelesaikan. Dibicarakan banyak hal terkait pemprov.

Apakah juga dilaporkan soal kondisi, misalkan gara-gara covid angka kriminalnya makin tinggi atau menurun?

Saya punya data, di Kaltim justru angkanya makin menurun. Tahun 2020 dibanding 2019 itu turun 17 persen angka kriminalitas, baik itu kejahatan konvensional, kejahatan transnasional kejahatan terhadap kekayaan negara, implikasi kontigensi.

Karena kegiatan masyarakat mulai dibatasi ya. Dan itu fenomena itu tidak cuma di sini. Di daerah lain juga, karena kegiatan masyarakat dibatasi, orang lebih banyak berada di rumah. Kegiatannya juga nggak banyak. Yang yang juga bekerja dari rumah, work from home.

Jadi mungkin kesempatan orang melakukan kejahatan berkurang jauh. Turun 17% saya kira bagus ya kalau turunnya. Saya pikir Kaltim memang daerahnya tidak tinggi angka kriminalitasnya. Jadi bukan karena covid, tapi karena kesadaran masyarakat meningkat. Sudah bagus kesadarannya sehingga tidak lagi melakukan kejahatan. Narkoba masih lumayan angkanya.

Daerah mana masih tinggi?

Kota ya. Balikpapan dan Samarinda, ada beberapa daerah seperti Penajam Paser Utara (PPU), penangkapan kemarin itu ada di Kutai Kartanegara, juga Bontang. Merata ya. Banyak pemakainya.

Jadi covid, mereka malah masih pakai narkoba ?
Karena terbukti penangkapan masih banyak. (M Zein Rahmatullah/Bagian 2) 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved