Rabu, 8 April 2026

Wawancara Eksklusif

WAWANCARA EKSKLUSIF Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Support Psikis yang Terpapar Covid

Kapolda dan jajarannya tidak hanya menjadi penegak disiplin masyarakat menjaga protokol kesehatan, tapi juga mengawal vaksin.

TRIBUNKALTIM/CAHYO ADI WIDANANTO
WAWANCARA EKSKLUSIF - Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak bersama Pemimpin redaksi Tribun Kaltim, Ade Mayasanto. 

FOKUS Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sejak Covid-19 menjangkiti penduduk Indonesia setahun lalu, bobot pekerjaan kepolisian pun bertambah. Wajib ikut menekan angka penyebaran virus corona di Indonesia. Polri bersinergi dengan TNI dan institusi lainnya.

Di Kalimantan Timur, Kapolda Irjen Pol Herry Rudolf Nahak dan jajarannya tidak hanya menjadi penegak disiplin masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan, kemudian mengawal vaksin. Namun lebih dari itu, berupaya menjaga ketahanan pangan.

Berikut petikan wawancara eksklusif Kapolda Kaltim dengan Tribun Kaltim pada Maret 2021. 

Kembali ke Covid, Pak. Bagaimana pengawalannya sehingga ke tingkat daerah yang mungkin terpelosok?

Sampai saat ini, pengawalan dilakukan sejak dari Bandung ya, Biofarma Bandung. Kemudian terbang itu sudah dikawal oleh personel Brimob dari Mabes Polri, terus diestafet di sini. Jadi ketika turun di sini, di Balikpapan, kemudian di bawa ke Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. Itu prosedurnya.

Nah ini kan otoritasnya Dinas Kesehatan Provinsi. Dari situ kemudian didistribusi ke kabupaten-kota. Saya melihat saat ini belum sampai pelosok ya. Tapi perintahnya kan jelas, ini kalau sampai manapun. Ini barang yang berharga, bermanfaat buat kesehatan masyarakat jadi harus dikawal.

Jadi kami sampai saat ini komit mengawal bahkan menjaga, melakukan pengamanan di tempat-tempat penyimpanan vaksin. Jadi itu akan dilakukan sampai selesai nanti.

Pak Kapolda sendiri sudah vaksin?

Saya sudah dua kali. Sudah. Anti covid.

Kabarnya, sudah dua kali vaksin, tidak perlu lagi pakai antigen?

Kita tetap ya. Kita tetap ngecek rutin ya. Polda sini juga kita rutin karena aktivitasnya cukup tinggi. Pejabat-pejabat kita ini juga sering, bahkan ada beberapa yang juga terkena covid karena keaktifannya. Jadi kita tetap harus testinglah untuk cek.

Anggota Polda yang terpapar sudah berapa banyak?

Yang terpapar covid itu sudah lebih dari 700. Polda Kaltim keseluruhannya. Dari 700 itu, 600 lebih sembuh. Saat ini masih ada 66 yang terkonfirmasi positif. Kemudian sebagian di rumah sakit, sebagian isolasi mandiri di rumah.

Biasanya kalau sudah terpapar itu, arahan dari Bapak?

Tetap saya bilang bahwa sejauh ini, kita masih mendapat informasi bahwa yang sakit terulang lagi. Kepada mereka yang sedang sakit, memang kami selalu kontak, selalu kami beritahu untuk jaga psikisnya supaya semangat tetap tinggi. Sejauh ini sih sudah 16 yang meninggal dari Polda Kaltim.

Kalau yang mutasi dari virus covid ini, gimana di Kaltim, Pak?

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved